Dua Petugas Keamanan Perkapalan Meninggal Karena Angin Kencang

Ilustrasi pohon tumbang. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Dua petugas keamanan industri perkapalan meninggal dunia terkena reruntuhan bangunan pos sekuriti yang roboh diterjang angin kencang, pada Rabu (20/7). Angin kencang ini terjadi di Desa Pangke, Kecamatan Meral barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Cuaca ekstrim ini juga terjadi di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing. Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan disertai angin kencang itu telah merusak 43 unit rumah, 4 unit di antaranya mengalami rusak berat.

Data visual yang diterima oleh Pusat Pengendali dan Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karimun, bangunan rumah milik 43 KK mengalami kerusakan di bagian dinding hingga atap. Beberapa rumah roboh.

BPBD Kabupaten Karimun bersama instansi terkait telah turun ke lokasi terdampak untuk asesmen dan membantu pemulihan serta pembersihan puing bangunan.

Di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, enam unit rumah mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang.

Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat, enam kepala keluarga terdampak kejadian angin kencang di Kelurahan Tanjung Pinang Barat Kecamatan Tanjung Pinang Barat.

BPBD Provinsi Kepulauan Riau dan BPBD Kota Tanjungpinang langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pembersihan material rumah yang rusak dan berkoordinasi dengan pemerintahan setempat untuk penanganan lebih lanjut.

BNPB mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Upaya mitigasi seperti pemangkasan ranting dan cabang pohon, pemantauan dan penertiban baliho atau papan reklame, penguatan struktur bangunan rumah dan gedung, penataan kembali kabel listrik dan jaringan komunikasi serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara berkala.

Di samping itu, untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi lainnya seperti banjir dan tanah longsor, maka upaya mitigasi seperti normalisasi sungai, susur sungai, pembersihan sungai dari sumbatan sampah, sosialisasi kepada masyarakat dan memantau perkembangan cuaca agar dilakukan secara rutin.

Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng tebing dan bantaran sungai agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam, maka diimbau agar evakuasi sementara secara mandiri ke lokasi yang lebih aman.

Sebelumnya, di Kabupaten Gorontalo, seorang warga meninggal dunia karena tertimpa pohon tumbang saat hujan deras mengguyur Provinsi Gorontalo, Minggu (17/7) malam hingga Senin (18/7) dini hari.

Saat itu, terdapat tiga orang warga yang berada di kendaraan bentor dan tertimpa pohon tumbang di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Telaga Biru, Minggu malam.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit, dua di antaranya mengalami luka ringan dan satu korban meninggal dunia.

Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dua pekerja meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan dan material yang longsor di Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Rabu (20/7).

Hasil asesmen sementara, tanah longsor terjadi karena kondisi tanah yang labil di sekitar lokasi proyek yang sedang dikerjakan oleh dua korban bersama rekan-rekannya.

Peristiwa tanah longsor ini juga mengakibatkan satu unit rumah mengalami rusak berat dan 2 KK terpaksa mengungsi.

Exit mobile version