Earth Information Day, WMO Luncurkan Kondisi Iklim 2026 Pada Konferensi Iklim COP31

Prakiraan Multi-Model Ensemble untuk anomali suhu permukaan laut (°C) periode November 2026–Januari 2027. Periode dasar yang digunakan adalah 1993–2009. GAMBAR: WMO

Darilaut – Konferensi Para Pihak ke-31 (COP31) untuk Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) akan berlangsung tanggal 9 hingga 20 November, Antalya, Turki.

Lebih dari 190 negara akan menghadiri Konferensi iklim tahunan utama PBB — Conference of the Parties –  tersebut. Konferensi ini akan berlangsung saat dunia melampaui ambang batas pemanasan 1,5°C yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris.

Pada COP31, Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO) akan terus mendukung para pihak dengan menyediakan observasi dan informasi ilmiah yang otoritatif mengenai kondisi sistem iklim global.

Dukungan ini mencakup peluncuran laporan unggulan State of Climate (Kondisi Iklim) edisi 2026.

Laporan ini mengenai penilaian tahunan berbasis sains mengenai indikator iklim dan dampaknya—yang akan dirilis pada Earth Information Day (Hari Informasi Bumi) tanggal 9 November 2026.

Keterlibatan WMO dalam COP31 selaras dengan agenda aksi Presidensi COP31 yang akan datang.

COP31 juga menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan bagaimana penguatan kapasitas dalam bidang meteorologi, hidrologi, dan sains iklim dapat mempercepat tindakan dalam menghadapi perubahan iklim.

Di tahun yang ditandai dengan berbagai peristiwa ekstrem pemecah rekor—yang menimbulkan dampak berantai di seluruh lapisan masyarakat dan ekonomi—serta di tengah fenomena El Niño yang belum pernah terjadi sebelumnya, WMO akan kembali menekankan pentingnya sistem peringatan dini sebagai sarana yang terbukti efektif dan efisien untuk memperkuat ketahanan.

Melalui berbagai kegiatan, mulai dari pembahasan mengenai investasi dalam observasi Bumi hingga penyajian data ilmiah tentang konsentrasi gas rumah kaca, hubungan antara panas dan kesehatan, sistem peringatan dini, serta respons terhadap El Niño, WMO akan menempatkan sains sebagai inti dari COP31.

Hal ini bertujuan untuk mendorong investasi berkelanjutan pada sistem-sistem yang melindungi kita semua.

Pendanaan Iklim

Melansir UN News, terdapat sejumlah masalah utama yang masih belum terselesaikan:

Pertama, mengenai pendanaan iklim. Negara-negara berkembang menuntut negara-negara yang lebih kaya untuk memenuhi komitmen keuangan mereka berdasarkan Perjanjian Paris, sementara masih terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggung jawab pendanaan, akses terhadap dana, serta bagaimana arus keuangan global dapat diarahkan untuk mendukung aksi iklim.

Ke-2, transisi yang adil (just transition). Tahun lalu, berbagai negara sepakat untuk membentuk mekanisme guna mendukung peralihan menuju ekonomi yang lebih bersih—namun, rincian mengenai cara kerjanya masih perlu diputuskan.

Ke-3, adaptasi. Para negosiator akan terus berupaya mengukur kemajuan yang telah dicapai, sementara negara-negara berkembang mendesak adanya dukungan finansial yang lebih besar.

Ke-4, pengurangan emisi: Pemerintah berbagai negara masih belum mencapai kesepakatan mengenai cara memperkuat langkah pengurangan emisi dan memenuhi komitmen yang telah ada.

Exit mobile version