Darilaut – Perekonomi Provinsi Gorontalo triwulan III-2026 terhadap triwulan III-2025 year-on-year (y-on-y) tumbuh sebesar 5,63 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, mengatakan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori pertambangan dan penggalian sebesar 151,39 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa tumbuh sebesar 30,23 persen.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik 5 November 2026, perekonomian Gorontalo berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2026 mencapai Rp16.667,78 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp9.319,94 miliar.
Ekonomi Gorontalo triwulan III-2026 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh sebesar 2,01 persen, kata Agus.
Menurut Agus, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori pertambangan dan penggalian sebesar 52,77 persen. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 7,61 persen.
Agus mengatakan struktur ekonomi Gorontalo triwulan III-2026 dari sisi produksi didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 33,75 persen. Dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan kontribusi sebesar 59,37 persen.
Lapangan usaha tumbuh positif pada Triwulan III 2026 (c-to-c). Kontribusi terbesar terhadap ekonomi, yaitu pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, serta akomodasi dan makan minum.
Pertumbuhan ekonomi (y-on-y) dan konstribusi PDRB se-Sulawesi Triwulan III 2026, ekonomi Gorontalo dengan pertumbuhan dengan laju 5,63 persen dan memberikan kontribusi sebesar 3,35 persen terhadap total perekonomian Pulau Sulawesi.
Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen
Melansir Kabarbursa.com pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,47 persen pada triwulan III 2026 membawa kabar baik. Angka tersebut bahkan melampaui capaian triwulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Namun, di balik angka yang tampak meyakinkan itu, sejumlah persoalan ekonomi masih menunggu untuk dibereskan.
Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tengah ketidakpastian global patut diapresiasi. Meski begitu, pemerintah tidak boleh buru-buru berpuas diri karena masih ada sejumlah indikator yang perlu mendapat perhatian.
“Ini kabar baik yang patut kita syukuri. Ekonomi nasional masih tangguh di tengah ketidakpastian global,” ujar Amin Ak dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com, Sabtu, 7 November 2026.
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini meningkat dibandingkan triwulan II 2026 sebesar 5,29 persen dan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,04 persen.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi dengan pertumbuhan 5,04 persen. Komponen ini menyumbang 2,62 poin terhadap pertumbuhan nasional. Sementara itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 6,06 persen.
Adapun dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 1,20 poin terhadap pertumbuhan ekonomi. Sektor perdagangan dan konstruksi turut memberikan andil terhadap ekspansi ekonomi nasional.
