El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

Kondisi kering. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kondisi kekeringan saat ini mendapat dorongan kuat dari interaksi El Niño sangat kuat dan IOD positif.

Sepanjang 26–28 Oktober 2026, curah hujan terpantau minim diiringi keterbatasan awan, sementara temperatur udara relatif tinggi di atas 37°C di wilayah seperti Lampung serta Sulawesi Tengah.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tingginya kerentanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercermin dari pantauan citra satelit selama dasarian terakhir, dengan sebaran titik panas berkepercayaan tinggi selama 10 hari terakhir.

Titik panas tersebut terpusat di Kalimantan Tengah (2949 titik), Papua Selatan (894 titik), dan Sumatera Selatan (551 titik).

Asap kebakaran juga telah menyebar ke Sumatera Selatan, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua., kata Direktorat Meteorologi Publik BMKG.

Kendati titik panas memerlukan verifikasi faktual di lapangan, BMKG mengatakan peningkatan jumlahnya menuntut respons mitigasi yang cepat dan terukur.

Akhir Oktober dan memasuki awal November, potensi hujan meningkat di tengah kondisi panas dan kering. Kendati kekeringan masih melanda, cuaca ekstrem berupa hujan lebat tetap membayangi sejumlah wilayah.

BMKG mencatat hujan lebat hingga sangat lebat melanda Sumatera Utara (131,0 mm/hari), Sumatera Barat (97,0 mm/hari), Aceh (75,0 mm/hari), Kalimantan Barat (65,0 mm/hari), dan NTB (55,0 mm/hari).

Ketersediaan uap air yang melimpah akibat kehangatan suhu muka laut, ditambah pertemuan angin serta aktifnya fenomena MJO serta Gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan MRG, menjadi faktor utama yang memicu hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Prediksi BMKG untuk Dasarian I November 2026 mengindikasikan bahwa mayoritas wilayah Indonesia didominasi oleh presipitasi kategori menengah (50–100 mm/dasarian) sebesar 67,62%, disusul kategori rendah (0–50 mm/dasarian) sebesar 30,57%, dan kategori tinggi (150–300 mm/dasarian) sebesar 1,81%.

Presipitasi rendah terkonsentrasi di Lampung, Banten, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian kawasan Sulawesi dan Maluku, kata Direktorat Meteorologi Publik BMKG.

Exit mobile version