Jakarta – Sejumlah fasilitas pelabuhan Babang, Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengalami kerusakan akibat gempa gempa bumi berkekuatan 7.2 skala Richter (SR) Minggu (14/7).
Sehari setelah kejadian tersebut, operasional pelayanan dan aktivitas transportasi laut di Pelabuhan Babang kembali normal. Setelah terjadi gempa, aktivitas pelabuhan semnpat dihentikan sementara.
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Ahmad mengatakan, telah menerima laporan dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas II Babang bahwa operasional dan aktivitas pelayaran di pelabuhan tersebut sudah kembali normal.
Ahmad mengingatkan, agar para petugas di pelabuhan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan pasca gempa tersebut dan meminta untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut terhadap sarana dan prasarana yang ada.
“Kepala UPP Babang sudah diperintahkan untuk menginventarisir kerusakan fasilitas pelabuhan Babang untuk selanjutkan dilakukan program rehabilitasi kerusakan dimaksud pasca gempa tersebut,” ujar Ahmad.
Menurut Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Babang, Jufri Rachmat, gempa susulan terus terjadi dan menyebabkan beberapa fasilitas pelabuhan UPP Babang mengalami kerusakan. Hal ini menyebabkan aktivitas pelayaran tadi malam sempat dihentikan.
Jufri mengatakan, gempa yang terjadi di labuha Maluku Utara berulang-ulang, sehingga terjadi kerusakan ringan diantaranya terminal penumpang pelabuhan Babang sebagian besar plafonnya rusak. Dermaga pelabuhan Babang retak dan talud pelabuhan Babang retak sehingga tadi malam aktivitas pelayaran dihentikan.
Pelabuhan Babang merupakan pelabuhan paling strategis dalam mendukung kelancaran lalu lintas orang dan barang dari dan ke Halmahera Selatan.*
