Jakarta – Fenomena pemutihan karang (coral bleaching) terjadi di Kawasan Pantai Manjuto, Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Jika suhu air melebihi 30 derajat Celcius, diprediksi proses pemutihan karang akan lebih parah.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan observasi dan pengecekan kualitas air dengan adanya laporan terumbu karang yang mengalami pemutihan, pada Senin (21/10). Tim ini antara lain BPSPL Padang, LRSDKP Bungus dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat.
Untuk mengidentifikasi pemicu pemutihan karang, tim melakukan observasi kondisi eksisting terumbu karang dan pengecekan kualitas air di 2 titik pengamatan. Observasi dilakukan melalui 3 kali pengulangan , yaitu pada posisi air pasang, posisi air mulai surut dan posisi air surut.
Pada posisi air pasang, lokasi titik yang pertama diperoleh hasil rata-rata Ph 8 – 8,5, Salinitas 16 – 24, Suhu 27 – 28. Titik yang kedua didapatkan hasil rata-rata Ph 8 – 8,4, Salinitas 19 – 27, Suhu 27 – 29.
Kemudian, pada pukul 15.00 WIB, kembali dilakukan pengecekan kualitas kadar air pada posisi air mulai surut dengan titik dan metode yang sama. Pada lokasi titik yang pertama diperoleh hasil rata-rata Ph 8 – 8,7, Salinitas 20 – 27, Suhu 28 – 29. Lokasi titik yang kedua diperoleh hasil rata-rata Ph 8 – 8,5, Salinitas 24 – 27, Suhu 28 – 29.
Selanjutnya, pada posisi air surut di titik lokasi antara titik 1 dan titik 2 dan diperoleh hasil Ph 8,6, Salinitas 28, Suhu 28,7 dan fisik terumbu karang dalam keadaan masih berlendir.
Berdasarkan data yang diperoleh, hasil analisis awal menunjukkan terjadinya pemutihan terumbu karang di Sungai Pinang dipicu kadar garam (salinitas) yang dibawah standar untuk terumbu karang.
Kondisi tersebut dipicu debit air yang cukup tinggi dari 3 muara di sekitar perairan tersebut. Sedangkan isu terumbu karang mengalami pemutihan karena faktor kabut asap dapat disimpulkan tidak tepat karenakan fase pemutihan yang terjadi tidak merata dan tingkat kualitas air (Ph) yang terkandung dalam air dalam keadaan normal (tidak asam).
Di samping itu, tim juga menemukan beberapa karang mati dikarenakan aktivitas manusia (terinjak) terutama saat posisi air sedang surut. Tim memprediksi jika proses Pemutihan yang lebih parah bisa terjadi pada lokasi tersebut apabila suhu air melebihi 30 derajat Celcius.*
