Sabtu, Oktober 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

redaksi
24 Oktober 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Emisi gas rumah kaca global terus meningkat sejak tahun 1990, membahayakan tujuan Perjanjian Paris untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5°C di atas suhu pra-industri. GAMBAR: UNEP

Darilaut – Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca secara drastis serta menyingkirkan karbon dioksida dari atmosfer, umat manusia dapat meminimalkan puncak suhu dan merintis jalan kembali ke angka 1,5°C pada akhir abad ini.

Melansir Unep.org peluang untuk menjaga pemanasan global agar tetap berada di angka 1,5°C di atas tingkat pra-industri—dengan kondisi tanpa pelampauan (overshoot) atau hanya pelampauan terbatas—yang merupakan target utama dalam Perjanjian Paris tentang perubahan iklim, kini telah sirna.

Menurut Emissions Gap Report 2026: The Point of Return (Laporan Kesenjangan Emisi 2026: Titik untuk Kembali) yang diterbitkan pada 21 Oktober oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), pelampauan ini tidak harus bersifat permanen.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa ini adalah opsi terbaik yang tersisa untuk membatasi dampak perubahan iklim.

“Kita telah menghabiskan waktu berdekade-dekade untuk menunda pengurangan emisi, dan kini kita harus menanggung konsekuensinya,” ujar Anne Olhoff, Direktur UNEP-Copenhagen Climate Centre.

“Dunia masih bisa mencapai tujuan Perjanjian Paris, tetapi kita harus berupaya keras—bukan sekadar memenuhi, melainkan melampaui target iklim kita yang paling ambisius sekalipun. Semakin lama kita menunggu, semakin besar risiko kita menggagalkan target suhu tersebut.”

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacaPerjanjian ParisPerubahan IklimUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Postingan Terkait

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

24 Oktober 2026
Sabtu Dinihari Gerhana Bulan Penumbra, Selama 3 Jam 18 Menit

Waspada Bulan Purnama Hunter’s Moon Tanggal 26 Oktober

24 Oktober 2026

Topan Champi Terletak di Dekat Taipei

Potensi Hujan Tidak Merata

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

TERBARU

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Waspada Bulan Purnama Hunter’s Moon Tanggal 26 Oktober

Topan Champi Terletak di Dekat Taipei

Potensi Hujan Tidak Merata

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

AmsiNews

REKOMENDASI

Maulid Nabi Muhammad SAW Perkuat Nilai Spiritual dan Budaya Lokal

Topan Saudel Tempuh Lebih Dari 7.000 km, 4 Kali Mendarat di Pesisir Cina dan 1 di Pulau Kecil Jepang

Saling Serang AS-Isarel vs Iran, PBB: Warga dan Infrastruktur Sipil Harus Dilindungi

UNESCO: Kebahagiaan Inti Transformasi Pendidikan

Angin Kencang di Gorontalo, Imbas Gangguan Cuaca di Filipina

Salah Satu Penumpang di Kapal Tanpa Nama Diduga Bawa Sabu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.