Darilaut – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membahas dinamika iklim global dan dampaknya terhadap Provinsi Gorontalo.
Kegiatan melalui kuliah pakar menghadirkan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaludin Gorontalo – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Cucu Kusmayancu, sebagai narasumber.
Cucu menjelaskan dinamika perubahan iklim global, tren peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, serta potensi dampaknya terhadap wilayah Gorontalo.
Selain tantangan, Cucu menekankan adanya peluang pengembangan riset, inovasi, dan kebijakan adaptasi serta mitigasi perubahan iklim yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi akademisi, pemerintah, dan masyarakat.
Kuliah pakar ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai isu perubahan iklim global serta peran strategis sains dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, hingga global.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan FMIPA UNG, Prof. Dr. Fitryane Lihawa.
“Perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi, kesehatan, pangan, dan ketahanan wilayah,” kata Prof. Fitryane.
Oleh karena itu, kata Prof. Fitryane, peran sains menjadi kunci dalam merumuskan solusi yang berbasis data dan riset.
Prof. Fitryane menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga teknis seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dalam menjawab tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
Kegiatan kuliah pakar ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan FMIPA UNG. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terus mendorong peningkatan literasi iklim, penguatan kapasitas akademik, serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
Kuliah pakar dengan tema “Perubahan Iklim Global: Tantangan dan Peluang Sains dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan.”
