FMIPA UNG dan Balai Perhutanan Sosial KLHK RI Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Program Perhutanan Sosial

FMIPA UNG dan Balai Perhutanan Sosial KLHK RI Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Program Perhutanan Sosial. FOTO: FMIPA UNG

Darilaut – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Gorontalo (FMIPA UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran akademik dalam isu lingkungan hidup dan pengelolaan hutan berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama resmi antara FMIPA UNG dan Balai Perhutanan Sosial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI). Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FMIPA UNG, Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si, bersama Kepala Balai Perhutanan Sosial KLHK RI, Benny Ahadian Noor, S.Hut.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor UNG dan Kementerian LHK RI melalui perjanjian Nomor PKS.2/SETJEN/ROCAN/REN.3/2/2023, yang menjadi dasar penguatan kolaborasi di bidang lingkungan hidup, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kapasitas akademik di sektor perhutanan sosial. Kesepakatan ini sekaligus memperluas ruang kolaborasi kedua institusi dalam menjalankan mandat konservasi serta pemanfaatan hutan secara berkelanjutan.

Melalui perjanjian tersebut, FMIPA UNG dan Balai Perhutanan Sosial KLHK RI menyepakati sejumlah program strategis. Pertama, kedua pihak akan mendorong pelaksanaan program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan hutan. Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi hutan melalui skema perhutanan sosial yang telah menjadi prioritas nasional.

Kedua, kerja sama ini mencakup pengembangan kegiatan penelitian, kajian ilmiah, serta publikasi akademik yang berfokus pada konservasi hutan, pengelolaan ekosistem, dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari. FMIPA UNG, melalui para dosen dan mahasiswa peneliti, akan berkontribusi dalam menghasilkan data dan temuan ilmiah yang dapat menjadi rujukan kebijakan maupun implementasi program perhutanan sosial.

Selain itu, kedua institusi akan menyelenggarakan berbagai kegiatan akademik seperti pelatihan, workshop, seminar, hingga kuliah umum yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan teknis para pemangku kepentingan, tetapi juga membuka ruang dialog ilmiah antara akademisi, praktisi, dan pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, Dekan FMIPA UNG, Prof. Fitryane, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan momentum penting bagi fakultas untuk memperluas kontribusi nyata dalam isu-isu lingkungan strategis di tingkat regional maupun nasional.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat berperan lebih besar dalam mendukung program pemerintah khususnya terkait perhutanan sosial, konservasi hutan, dan penguatan kapasitas masyarakat. Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi UNG dalam penguatan riset dan pengabdian berbasis potensi daerah,” ujar Prof. Fitryane.

Sementara itu, Kepala Balai Perhutanan Sosial KLHK RI, Benny Ahadian Noor, S.Hut, menyambut baik sinergi ini. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyediakan basis ilmiah sekaligus sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung penyelenggaraan program perhutanan sosial di berbagai wilayah. Menurutnya, keterlibatan aktif FMIPA UNG akan memperkuat implementasi kebijakan kehutanan, khususnya di Provinsi Gorontalo.

Penandatanganan kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan kolaboratif yang tidak hanya menghasilkan output akademik, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan penguatan kerja sama ini, FMIPA UNG dan Balai Perhutanan Sosial KLHK RI optimis dapat mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada ekosistem hutan di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.

Exit mobile version