Darilaut – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,7 mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (19/8) tengah malam atau Kamis(20/8) dini hari.
Gempa susulan yang terletak di dekat Ruteng Kabupaten Manggarai tersebut terjadi pada Rabu pukul 23.17.40 WIB atau Kamis 00.17.40 Wita.
Pusat gempa berada di laut 43 km utara Ruteng-Manggarai, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Gempa dirasakan IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Nagekeo, serta III-IV Kabupaten Sumba Timur.
Gempa ini berada di kedalaman 10 km, dengan koorinat lokasi 8,23 Lintang Selatan – 120,53 Bujur Timur.
BMKG menyarankan untuk berhati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi.
Gempa bumi pertama kali terjadi di wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB atau 05.58 Wita dengan parameter update M7,7 sehingga berdampak tsunami di wilayah sekitarnya.
Hingga Rabu pukul 14.00 WIB BMKG mencatat gempa susulan sebanyak 3.002 kali. BMKG terus memantau proses penyesuaian kerak bumi pascagempa utama yang melanda wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil pencatatan BMKG, hingga saat ini gempa susulan terjadi bervariasi antara M 1,1 hingga M 6,2.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Nelly Florida Riama menyampaikan sebanyak 86 kali gempa susulan yang dilaporkan langsung oleh masyarakat.
“Dan terdapat 25 kejadian (gempa susulan) dengan magnitude 5,0 atau lebih,” ujar Deputi BMKG dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Media Center Pos Pendamping Nasional, pada Rabu (19/8).
Banyaknya gempa susulan merupakan proses normal pelepasan energi agar kerak bumi mencapai keseimbangan baru.
Berdasarkan pemantauan BMKG, grafik aktivitas gempa susulan secara umum telah menunjukkan tren peluruhan (menurun) dan diperkirakan akan mencapai tingkat yang relatif rendah dalam 21 hingga 30 hari ke depan, atau sekitar akhir September 2026.
BMKG masih terus melakukan monitoring dan analisis untuk memperoleh gambaran aktivitas kegempaan tersebut.
“Namun, perlu kami tegaskan juga, ini bukan berarti setelah tanggal tersebut gempa tidak dapat dapat terjadi.” ujar Nelly, estimasi ini sifatnya sangat dinamis dan akan terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan data gempa susulan yang direkam.
Sebaran episenter gempa terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat, yang berkaitan dengan zona tektonik Flores Back-arc Thrust.
