Gempa Magnitudo 5, 7 Guncang Talaud, Warga Panik

Gempa magnitudo 5,7 yang terjadi pukul 14.18 WIB Rabu (9/9) di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, menyebabkan empat unit rumah rusak. FOTO: BPBD Kab Kepulauan Talaud/BNPB

Darilaut – Gempa berkekuatan magnitudo 5,7 yang mengguncang Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, membuat warga setempat panik. Pusat gempa yang berada di kedalaman 74 km tersebut terjadi pada Rabu (9/9), pukul 14.18 WIB.

Guncangan gempa dirasakan warga selama 3 hingga 5 detik di Kecamatan Melonguane.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan getaran kuat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

BPBD masih melakukan kaji cepat di lapangan pascagempa siang ini. Pusat gempa berada di darat pada jarak 11 km arah timur laut laut dari Melonguane, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara. Hasil pemodelan, gempa tidak berpotensi tsunami.

Laporan sementara BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud mencatat kerusakan rumah di Kecamatan Pulutan sebanyak 4 unit.

Berdasarkan analisis BMKG, guncangan gempa yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity menunjukkan Sangihe II MMI dan Melonguane III – IV MMI.

Skala III MMI memberikan gambaran getaran dirasakan nyata dalam rumah dan getaran dirasakan seolah-olah ada truk berlalu di sekitar kita. Getaran skala IV MMI menunjukkan situasi yang dirasakan oleh banyak warga di dalam rumah, di luar oleh beberapa orang serta gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi jenis menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ujar Triyono dalam keterangan pers, Rabu (9/9).

Hasil monitoring BMKG menunjukkan gempa susulan berjumlah tiga kali hingga pukul 15.06 WIB.*

Exit mobile version