Gempa NTT, Mahasiswa KKN UMY di Manggarai Barat dan Timur Jadi Relawan Bencana

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nusa Tenggara Timur menjadi relawan bencana. FOTO: TIM KKN PENA UMY/UMY.AC.ID

Darilaut – Sebanyak 61 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dipastikan selamat dan telah membantu warga korban gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi.

Tim KKN ini terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama,: Gema Pelita Nusantara (GPN) terdiri atas 26 mahasiswa yang bertugas di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kelompok kedua, Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA), terdiri atas 35 mahasiswa bertugas di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Melansir Umy.ac.id, merespons kondisi darurat di lapangan, tim menyesuaikan seluruh program kerja KKN yang telah direncanakan sebelumnya. Mahasiswa mengalihkan fokus kegiatan menjadi aksi kerelawanan kebencanaan di bawah koordinasi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan pemerintah setempat.

Tim KKN mengalihkan program kerja menjadi relawan kebencanaan sesuai koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan. Untuk saat ini, “kami akan berusaha membantu sesuai dengan kemampuan yang ada dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” kata anggota Tim Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) 11 KKN UMY di Desa Nanga Mbaling, Fifin Anggela Prista.

Tim KKN UMY melaporkan kondisi gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT, Sabtu, melumpuhkan aktivitas masyarakat dan fasilitas publik di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, termasuk Kelurahan Pota dan Desa Nanga Mbaling.

Banyak warga mengalami luka ringan hingga berat yang belum tertangani secara maksimal.

Hingga Minggu (16/8) pasar, pusat perbelanjaan, dan layanan medis di kecamatan lumpuh. Banyak masyarakat yang terdampak mengalami luka ringan, sedang, bahkan luka berat yang ”belum tertangani karena keterbatasan obat-obatan dan alat medis yang kami bawa,” ujar Fifin.

Tim KKN PENA UMY mendirikan tenda untuk pengungsian di depan posko KKN. FOTO: TIM KKN PENA UMY/UMY.AC.ID

Mengungsi Mandiri dan Krisis Logistik

Lumpuhnya pusat perbelanjaan membuat masyarakat kesulitan mendapatkan bahan pangan dan air bersih. Warga di kawasan pesisir Kelurahan Pota dan sekitarnya kini mengungsi dan mendirikan tenda secara mandiri di sekitar posko KKN UMY.

Distribusi bantuan juga terhambat oleh aksesibilitas jalan. Akses antar kabupaten mengalami kerusakan di sejumlah titik yang menyulitkan mobilisasi bantuan.

“Di Kelurahan Pota, masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan sekitarnya terdampak cukup luas,” ujarnya, seraya menambahkan mereka sudah mengungsi dan membuat tenda secara mandiri.

”Kebutuhan yang saat ini sangat diperlukan adalah logistik, alat medis, dan air minum.”

Exit mobile version