Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

Kerusakan rumah warga akibat terdampak gempabumi Magnitudo 7.7 pada Senin (8/6). BPBD Provinsi Sulawesi Utara/BNPB

Darilaut – Jumlah kerusakan akibat akibat gempa Sarangani di Mindanao, Filipina Selatan, pada Senin (8/6) bertabah di Sulawesi Utara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peristiwa ini berdampak pada 249 kepala keluarga, 1.160 jiwa mengungsi, 249 unit rumah rusak dan 26 bangunan fasilitas umum mengalami kerusakan.

Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Marore, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tahuna, Tahuna Barat, Tahuna Timur, Tabukan Utara, Kendahe, Tatoareng, Manganitu, Manganitu Selatan dan Tabukan Selatan Tenggara di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kemudian Kecamatan Rainis di Kabupaten Kepulauan Talaud; serta Kecamatan Likupang Barat di Kabupaten Minahasa Utara. Dampak gempa juga dirasakan di Kota Manado.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menetapkan status tanggap darurat sejak hingga Sabtu (21/06).

Hingga Rabu (11/6), gempa susulan masih terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan akses komunikasi di beberapa wilayah terdampak masih mengalami kendala.

BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pendampingan, asesmen serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.

Gempa bumi dahsyat magnitudo 7,8 berada di lepas pantai Sarangani, Laut Sulawesi, mengguncang Sarangani dan provinsi sekitarnya di Mindanao, pada Senin pukul 07.37 pagi waktu setempat.

BNPB mencatat Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan wilayah yang terdampak cukup signifikan.

Exit mobile version