Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau, pada Selasa (8/9) pagi. GAMBAR: BMKG

Darilaut – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih terus erupsi, Selasa (8/9). Sejak Selasa pagi hingga siang, gunung api ini empat kali mengalami erupsi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi Magma Indonesia, mencatat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada Selasa pukul 11.34 WIB, ”tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 17 detik.”

Sebelumnya, erupsi juga terjadi Selasa pukul 07.49 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi 19 detik.

Pada Selasa pukul 05.34 WIB, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44 mm dan durasi 10 detik. Selasa pukul 05.08 WIB, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 15 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Pusat Vulkanologi merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengidentifikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdasarkan informasi PVMBG dan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC)  Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 8 September 2026 pukul 10.00 WIB.

Teridentifikasi sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau dari permukaan hingga ketinggian 7.000 feet (2,1 km) teramati ke arah selatan-barat daya, mencakup sebagian Banten bagian barat daya dan Samudera Hindia barat daya Banten.

Bandara Dibuka

Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta beserta sejumlah bandara lain yang terkena dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai dibuka. Mulai Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB, operasional bandara kembali berjalan dengan normal.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara langsung menyatakan pembukaan kembali operasional bandara dari Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (8/9) dini hari.

Menhub Dudy mengatakan per tanggal 8 September pukul 00.01 WIB, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan aktif kembali. Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB.

Sementara bandara Bandara Radin Inten II Lampung serta Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, pembukaan bandara ini juga disertai dengan sejumlah catatan.

Exit mobile version