Darilaut – Sejumlah wilayah di Indonesia terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan asap yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berkepanjangan.
Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada 7 September 2026 pukul 07.00 WIB, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau pada dua rentang ketinggian atmosfer, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Direktorat Meteorologi Publik BMKG mengatakan pada lapisan atmosfer dari permukaan hingga ketinggian 15.000 kaki (4,5 km), sebaran abu terpantau pada sektor tenggara hingga barat laut, mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
Sementara itu, dari lapisan 15.000 kaki (4,5 km) hingga 50.000 kaki (15,2 km), sebaran abu terpantau lebih jauh ke arah barat hingga barat daya, mencakup sebagian wilayah Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan selatan Banten.
Sebaran abu vulkanik tersebut telah berdampak pada operasional penerbangan dan menyebabkan penutupan sementara sejumlah bandara sebagai langkah mitigasi keselamatan.
Bandara yang terdampak antara lain Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Atung Bungsu.



