Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro Meletus

Erupsi Gunung api Ruang, pada Rabu (17/3) pukul 02.30 Wita. FOTO: BPBD Kabupaten Sitaro/BNPB

Darilaut – Gunung api Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, meletus. Dampak erupsi Gunung Ruang sebanyak 272 Kepala Keluarga atau 828 jiwa mengungsi.

Warga yang mengungsi sebanyak 45 jiwa berada di Gedung BPU Kecamatan Tagulandang dan sebanyak 783 jiwa berada di rumah kerabat dan saudara di daratan Pulau Tagulandang.

Lokasi pengungsian berada di Gereja GMIST Nazareth Bahoi, Balai Latihan Kerja Bahoi, GOR Tagulandang, dan Balai Pertemuan Umum (BPU) di Kecamatan Tagulandang.

Alternatif terkait perluasan dampak erupsi, maka akan difungsikan rumah-rumah ibadah di wilayah Tagulandang Selatan dan Tagulandang Utara.

Untuk penanganan erupsi Gunung Ruang, Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari terhitung mulai tanggal 16 – 29 April 2024.

BPBD Kabupaten Sitaro dan BPBD Provinsi Sulawesi Utara telah memberikan bantuan berupa 123 lembar tikar, 120 pcs selimut dan 400 lembar masker. BPBD melakukan Kaji cepat, evakuasi dan penyiapan sarana evakuasi di Kecamatan Tagulandang.

Masyarakat yang ada di Desa Patologi dan Desa Pumpente dievakuasi ke Kecamatan Tagulandang dengan menggunakan 2 unit kapal Ferry (KMP Lokong Banua dan KMP Lohoraung ditambah dengan perahu penyeberangan milik warga.

Pemerintah daerah telah mempersiapkan personil di lapangan terdiri dari BPBD, perangkat Kecamatan Tagulandang, perangkat Kampung,  Kelurahan, Satpol PP,  Damkar dan Dinkes dengan total sebanyak 30 personil.

Basarnas Manado sudah tiba di Tagulandang dengan KM Bimasena dengan kekuatan personil 20 (ABK 15, Rescuer 5), pada Rabu (17/4).

Rabu pukul 02.30 Wita terjadi erupsi. Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menaikkan level Gunung Ruang dari Waspada menjadi Siaga.

Mengutip siaran pers, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa pada periode 1-15 April 2024, kegempaan yang tercatat di Gunung Ruang sebanyak 210 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 3 kali gempa Tektonik Lokal, dan 163 kali gempa Tektonik Jauh.

Jumlah kegempaan terutama gempa Vulkanik Dalam yang terjadi pada periode 1-15 April menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan bulan Maret 2024. Dalam kurun waktu 12 jam, pukul 00.00 – 12.00 WITA, jumlah Gempa Vulkanik Dalam mengalami eskalasi 198 kejadian dan tercatat Gempa Tektonik Jauh 2 kali kejadian.

Hasil evaluasi, kata Hendra, kegempaan vulkanik di Gunung Ruang cenderung rendah, lebih didominasi oleh gempa tektonik, diperkirakan pengaruh dari Subduksi Sulawesi Utara dan Subduksi Ganda di Laut Maluku.

Namun aktivitas vulkanik Gunung Ruang pada periode 1-16 April 2024 terjadi eskalasi pemunculan Gempa Vulkanik Dalam (VTA) pasca Gempa Tektonik 9 April 2024 dan 14 April 2024.

Potensi bahaya Gunung Ruang yang mungkin terjadi berupa erupsi eksplosif menghasilkan awan panas, ke arah baratdaya – selatan – Tenggara, kata Hendra.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi merekomendasikan berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Ruang, maka tingkat aktivitas Gunung Ruang dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tanggal 16 April 2024 pukul 16.00 WITA.

Masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pengunjung/ wisatawan, menurut Hendra, agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 4 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.

Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ruang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Selain Gunung Ruang,  Gunung api Awu di Kabupaten Sangihe telah dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Exit mobile version