Hasil Validasi 61 Pelabuhan Perikanan Produksi Naik 10,97 Persen

Dermaga pelabuhan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Hasil validasi data di 61 pelabuhan perikanan unit pelaksana teknis (UPT) pusat dan daerah jumlah produksi semester I tahun 2019 mengalami kenaikan sekitar 10,97 persen, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018.

Jumlah produksi semester I tahun 2019 sebesar 347.725.139 kilogram dengan nilai produksi sebesar Rp 5.433.701.978.409. Jumlah ini berasal dari 59.981 kapal dengan 214.609 trip penangkapan.

“Apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018, angka produksi ini mengalami kenaikan sekitar 10,97 persen. Hal ini tentu saja sangat menggembirakan,” kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) M Zulficar Mochtar.

Kegiatan validasi data pelabuhan perikanan semester 1 tahun 2019 dilaksanakan selama empat hari 5 sampai 8 Agustus di Bogor, Jawa Barat. Hasil verifikasi dan validasi data pelabuhan perikanan ini akan menjadi bahan untuk kegiatan validasi nasional semester I tahun 2019.

“Contoh kenaikan produksi yang cukup tinggi dibanding periode sama di tahun 2018 antara lain terjadi di PPS Bungus Sumatera Barat yang mengalami kenaikan drastis sebesar 444 persen,” ujar Zulficar.

Ikan yang dominan di pelabuhan ini antara lain tongkol abu-abu, layang, kembung dan tongkol krai.

Sementara di PPN Pengambengan Bali meningkat 150 persen. Ikan dominan lemuru, layur, tembang dan kenyar. Di PPN Palabuhanratu Jawa Barat meningkat 102 persen, ikan dominan tuna madidihang, lisong, tuna mata besar dan setuhuk.

Di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta yang volume produksinya mencapai 28.610.172 kg, nilai produksi Rp 546.274.539.900 selama kurun waktu Januari-Juni 2019.

Untuk UPT daerah, menurut Zulficar, kenaikan produksi yang cukup tinggi terjadi di PP Tegalsari Jawa Tengah meningkat 573 persen dari periode yang sama tahun 2018. Ikan dominan swanggi, cumi-cumi, kurisi, kuniran dan selar. Selanjutnya, kenaikan juga terjadi di PP Dobo Maluku meningkat 440 persen dengan ikan dominan kakap merah, layang, cumi-cumi, tongkol abu-abu dan kembung.*

Exit mobile version