Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia Pertengahan Mei 2026

Ilustrasi cuaca. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Terdapat sinyal sejumlah wilayah Indonesia mulai berangsur memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Namun, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan signifikan masih berpotensi terjadi di pertengahan Mei 2026.

Direktorat Meteorologi Publik BMKG mengatakan pada 12 – 14 Mei 2026 cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.

BMKG mengingatkan untuk mewaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo,  Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kep. Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Maluku.

Pada periode 15 – 18 Mei 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang , dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini di Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.

Sebelumnya, periode 7 – 10 Mei 2026 BMKG mencatat terjadinya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, yaitu di Sulawesi Tenggara (146.0 mm/hari), Papua Tengah (143.2 mm/hari), Riau (86.3 mm/hari), Kalimantan Barat (71.4 mm/hari), Maluku (72.6 mm/hari), Maluku Utara (67.3 mm/hari), Sumatera Utara (66.0 mm/hari), dan Aceh (63.8 mm/hari).

Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang aktif bersamaan di sebagian wilayah Indonesia.

Selain itu, keberadaan Ex-Siklon Tropis Hagupit di utara Papua juga memicu peningkatan potensi pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia bagian timur.

Exit mobile version