Idul Fitri, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Kondisi cuaca. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Hujan ringan hingga hujan sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia saat Idul Fitri 1447 H. Wilayah lainnya kondisi cuaca terik pada siang hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan periode 20 – 22 Maret 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini berpotensi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan.

Angin Kencang di  Aceh, Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan.

Periode 23 – 25 Maret 2026, kata BMKG, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini di Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

Angin Kencang: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Selatan.

Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Cuaca Terik

Selama periode 16 – 19 Maret 2026, kondisi cuaca terik terpantau di beberapa wilayah Indonesia, yaitu di Banten mencapai 36.4°C, Kalimantan Tengah 35.9°C, Sumatra Utara 35.8°C, Papua Barat 35.6°C, dan Lampung 35.0°C.

BMKG melihat bahwa kondisi cuaca yang terasa lebih panas ini umumnya dipengaruhi oleh faktor gerak semu matahari.

Suhu udara yang terasa lebih panas dari biasanya umumnya dipengaruhi oleh berkurangnya tutupan awan yang memungkinkan radiasi matahari diterima permukaan secara lebih optimal, serta kecepatan angin yang relatif lemah sehingga sirkulasi udara tidak berlangsung efektif.

Namun, daerah-daerah lain, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia, dengan curah hujan tertinggi terpantau di Jawa Timur sebesar 114 mm/hari, Kalimantan Tengah 96.3 mm/hari, Kalimantan Timur 94.8 mm/hari, Bengkulu 70.6 mm/hari, Kepulauan Bangka Belitung 69.4 mm/hari, dan Sumatera Utara 66.6 mm/hari.

Hujan signifikan pada wilayah-wilayah tersebut diakibatkan faktor-faktor, seperti aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin di sebagian wilayah Indonesia, terdapat pola pertemuan dan perlambatan angin yang terpantau di sekitar Pesisir Barat Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Sulawesi bagian selatan, serta pemanasan kuat di siang hari.

Exit mobile version