Inflasi Provinsi Gorontalo 4,53 Persen, Harga Berbagai Komoditas Januari 2026 Naik

IHK dan Tingkat Inflasi Month to Month (m-to-m), Year to Date (y-to-d), dan Year on Year (y-on-y) Provinsi Gorontalo Menurut Kelompok Pengeluaran (2022=100), Januari 2026. GAMBAR: BPS PROVINSI GORONTALO

Darilaut – Mengawali tahun 2026, harga berbagai komoditi di Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan. Komoditi tersebut memberikan andil atau sebagai penyumbang inflasi Year on Year (y-on-y) Provinsi Gorontalo sebesar 4,53 persen.

Penyumbang inflasi antara lain tarif listrik, emas perhiasan, ikan selar/ ikan tude, ikan layang/ ikan benggol, ikan cakalang/ ikan sisik, bawang merah, beras, ikan mujair, sigaret kretek mesin (SKM), dan telur ayam ras.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, pada Januari 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,53 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,85 pada Januari 2025 menjadi 109,60 pada Januari 2026.

Menurut BPS Provinsi Gorontalo, inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 13,16 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,60 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,42 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,03 persen; kelompok transportasi sebesar 1,54 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,20 persen.

Selain itu, Provinsi Gorontalo mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,28 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,28 persen, menurut BPS Provinsi Gorontalo.

Komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y, antara lain: cabai rawit, sabun detergen bubuk, telepon seluler, minyak goreng, ikan tuna, kangkung, terong, tomat, air kemasan, dan sandal anak.

Lima kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,74 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,87 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,13 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,12 persen.

Komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m, antara lain: cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, minyak goreng, beras, sandal anak, kopi bubuk, sandal karet pria, baju kaos tanpa kerah/ t-shirt pria, dan angkutan udara, menurut BPS Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, secara nasional BPS mencatat inflasi year-on-year pada Januari 2026 sebesar 3,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,75.

Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Aceh sebesar 6,69 persen dengan IHK sebesar 114,23 dan terendah terjadi di Provinsi Lampung sebesar 1,90 persen dengan IHK sebesar 109,71, kata BPS.

Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 8,68 persen dengan IHK sebesar 116,41 dan terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 0,99 persen dengan IHK sebesar 109,67.

Exit mobile version