Darilaut – Inflasi Year on Year (y-on-y) Provinsi Gorontalo November 2024 sebesar 0,27 persen. Angka inflasi ini terendah kedua di Indonesia.
Dalam Berita Resmi Statistik yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo 2 Desember, Kota Gorontalo mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,12 persen dan Kabupaten Gorontalo mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,40 persen.
Perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Gorontalo, pada November 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 0,27 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,71 pada November 2023 menjadi 106,00 pada November 2024.
Sementara Provinsi Gorontalo mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,46 persen dan deflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,35 persen.
Menurut BPS Provinsi Gorontalo inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,06 persen; kelompok Kesehatan sebesar 1,43 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,74 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,54 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,00 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,30 persen.
Lima kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,91 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,99 persen; kelompok transportasi sebesar 0,55 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,94 persen.
Inflasi Nasional
Secara nasional, menurut BPS, pada November 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 1,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,33.
Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Tengah sebesar 4,35 persen dengan IHK sebesar 110,39 dan terendah terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,22 persen dengan IHK sebesar 103,58.
Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Nabire sebesar 4,48 persen dengan IHK sebesar 110,75 dan terendah terjadi di Kabupaten Muara Enim sebesar 0,08 persen dengan IHK sebesar 108,43.
Deflasi kabupaten/kota y-on-y terdalam terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,54 persen dengan IHK sebesar 104,77 dan terendah terjadi di Tanjung Pandan sebesar 0,09 persen dengan IHK sebesar 105,29.
