Darilaut – Inflasi Year on Year (y-on-y) Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan menjadi sebesar 5,46 persen pada September 2026. Sebelumnya, pada Agustus 2026 inflasi Provinsi Gorontalo 3,36 persen.
Kota Gorontalo mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,48 persen September 2026 dan Kabupaten Gorontalo mengalami inflasi y-on-y sebesar 6,28 persen.
Inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada sembilan kelompok pengeluaran.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo menyebutkan kelompok ini pada September 2026 di Provinsi Gorontalo mengalami inflasi y-on-y sebesar 10,51 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 114,07 pada September 2025 menjadi 126,06 pada September 2026.
Dua subkelompok pada kelompok ini mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok makanan sebesar 12,54 persen dan subkelompok rokok dan tembakau sebesar 3,13 persen.
Kelompok ini pada September 2026 memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 3,83 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu cabai rawit sebesar 1,83 persen; ikan tuna sebesar 0,3 persen; ikan cakalang/ ikan sisik sebesar 0,21 persen; ikan selar/ ikan tude sebesar 0,19 persen; cumi-cumi sebesar 0,17 persen.
Dalam betita resmi statistik No. 62/10/75/Th. XX, 1 Oktober 2026, juga menyebutkan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y, yaitu bawang merah sebesar 0,23 persen; tomat sebesar 0,19 persen; telur ayam ras sebesar 0,04 persen; kopi bubuk sebesar 0,04 persen; air kemasan sebesar 0,03 persen.




