Darilaut – Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperingatkan bahwa pengungsian, terpisahnya anggota keluarga, dan hilangnya mata pencaharian akibat gempa bumi dapat meningkatkan risiko perdagangan orang.
Gempa bumi di darat berkekuatan magnitudo (M) 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin (10/8). Hingga Senin 17 Agustus, tercatat 304 orang meninggal dunia, 4.400 orang terluka, dan 426 orang hilang, serta lebih dari 26.500 rumah mengalami kerusakan atau hancur.
IOM menyatakan bahwa jaringan kriminal mungkin menargetkan orang-orang di tempat penampungan sementara atau mereka yang mencari bantuan di tempat lain dengan menawarkan pekerjaan, transportasi, akomodasi, atau bantuan secara palsu.
IOM mengimbau masyarakat terdampak untuk mengandalkan sumber bantuan resmi dan menghindari penyerahan dokumen identitas atau informasi pribadi yang sensitif kepada orang asing.
Tim perlindungan juga berfokus pada penyediaan ruang aman bagi anak-anak dan remaja, penyatuan kembali keluarga, langkah-langkah pencegahan kekerasan berbasis gender di tempat penampungan, serta dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak, kata IOM.
Melansir UN News, lebih dari 75.000 siswa tidak lagi memiliki akses yang aman ke sekolah mereka; sebanyak 1.631 institusi pendidikan rusak, dengan 263 di antaranya runtuh sebagian atau seluruhnya, atau dinilai berisiko tinggi untuk runtuh
PBB meningkatkan bantuan kemanusiaan di wilayah barat Kolombia seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan pasca-gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 pekan lalu, menurut pembaruan terkini yang dirilis pada hari Selasa.
Gempa bumi ini berdampak pada 472 wilayah administratif (municipality). Lebih dari 186.000 orang terdampak, menurut laporan badan bantuan kemanusiaan PBB, OCHA.
Program Pangan Dunia (WFP) berupaya menggalang dana sebesar US$23 juta untuk menyediakan bantuan pangan bagi 100.000 orang selama tiga bulan ke depan.
Tindakan PBB
Operasi Program Pangan Dunia (WFP) merupakan bagian dari respons kemanusiaan PBB yang lebih luas untuk mendukung upaya bantuan yang dipimpin pemerintah.
Respons ini mencakup koordinasi di bidang kesehatan, tempat penampungan, air dan sanitasi, ketahanan pangan, perlindungan, serta pendidikan dalam situasi darurat di beberapa kota yang paling parah terdampak, termasuk Quibdó, Pereira, Armenia, Cali, dan Manizales.
Berikut adalah beberapa poin utamanya:
• Di Quibdó, WFP, Dana Anak-anak PBB (UNICEF), dan mitra lainnya telah menyalurkan bantuan pangan kepada ratusan keluarga.
• UNICEF beserta mitranya telah mendistribusikan paket perlengkapan kebersihan keluarga, sementara tim kemanusiaan lainnya mendukung layanan air dan sanitasi di tempat penampungan sementara.
• OCHA mendukung koordinasi kemanusiaan di beberapa departemen (wilayah administratif) yang terdampak.
• Program Pembangunan PBB (UNDP) bekerja sama dengan otoritas nasional untuk memanfaatkan citra satelit guna menilai tingkat paparan penduduk serta kerusakan bangunan, sekaligus mendukung upaya pemulihan awal.
• WFP telah menyiagakan empat unit gudang bergerak, dengan tambahan pasokan bantuan yang siap dikerahkan dari Depo Respons Kemanusiaan PBB yang dikelolanya di Panama.
