Darilaut – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) berkomitmen untuk melakukan transformasi organisasi demi memberikan dampak yang lebih luas dan bermakna bagi ekosistem digital Indonesia.
Tidak lagi hanya berkutat pada urusan teknis dan pendaftaran domain, PANDI kini mengambil langkah strategis dengan menginisiasi pembentukan unit tanggap insiden Artificial Intelligence (AI) bernama AI SIRT (AI Security Incident Response Team) serta platform pemetaan dan indexing media, Analitik.id.
Langkah transformatif ini merupakan hasil rekomendasi Kelompok Kerja (Pokja) Indonesia Digital Registry Institute (IDRI) yang dipimpin oleh A. Sapto Anggoro. Hasil kajian Pokja IDRI ini akan ditindaklanjuti secara konkret oleh PANDI menjadi produk dan layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat serta pelaku industri digital.
Hasil kajian tersebut disampaikan Pokja IDRI kepada Ketua PANDI Isnawan Aslam di Bidakara, Jakarta, Jumat (2/10).
Saat ini AI berkembang pesat, baik yang positif maupun yang melenceng. Guna mengantisipasi maraknya penyalahgunaan (abuse) dan insiden keselamatan teknologi AI di Indonesia, PANDI akan menghadirkan inisiatif respons insiden AI melalui AI SIRT. Inisiatif ini digarap bekerja sama dengan ID-CERT yang dikomandani oleh akademisi dan ilmuwan IT senior dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Budi Rahardjo, Ph.D.



