Januari – Oktober, 2.401 Peristiwa Bencana Alam di Indonesia

Banjir bandang terjadi di Kabupaten Sukabumi menyebabkan 12 rumah dan 1 mobil hanyut, serta 85 rumah terendam Senin (21/9), pukul 17.10 WIB. FOTO: BPBD Kabupaten Sukabumi/BNPB

Darilaut – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sepanjang Januari hingga 31 Oktober tahun ini telah terjadi sebanyak 2.401 peristiwa bencana alam di Indonesia. Bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian bencana di Tanah Air.

Jenis kejadian bencana alam tertinggi yakni banjir dengan 865 kejadian. Kejadian lainnya berupa puting beliung 690, tanah longsor 447, kebakaran hutan dan lahan 321 gelombang pasang atau abrasi 29, kekeringan 29, gempa bumi 5 dan letusan gunung api 5.

Dari kejadian tersebut, jumlah korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi mencapai 319 jiwa meninggal dunia. Meninggal karena banjir 205 jiwa, tanah longsor 101 dan puting beliung 13, sedangkan 25 jiwa dinyatakan hilang.

Sebelumnya, data BNPB, Januari 2020 hingga pertengahan September 2020 tercatat 2.069 bencana di Indonesia. Dengan demikian, pertengahan September hingga 31 Oktober 2020 telah terjadi 332 bencana alam di Indoensia.

BNPB meminta agar masyarakat waspada terhadap ancaman bahaya hidrometeorologi yang dapat berujung bencana.

Memasuki musim hujan dan fenomena La Nina dapat berdampak buruk pada curah hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, Kepala BNPB Doni Monardo mengimbau masyarakat untuk waspada dan siap siaga.

Doni mengingatkan warga yang rumahnya berada di kemiringan lebih dari 30 derajat atau rawan longsor untuk lebih berhati-hati. Salah satu pemicu yang patut diwaspadai apabila terjadi curah hujan lebat dengan durasi lama.

“Ikuti terus info BMKG,” ujar Doni yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Minggu (1/11).

Warga juga diminta untuk mengantisipasi pohon yang mudah tumbang atau patah batangnya sehingga jangan berada di bawah pohon. Selain itu, waspadai tiang listrik yang korsleting dan roboh tertimpa pohon.

Di saat hujan lebat yang disertai angin kencang, warga harus waspada apabila memilih tempat untuk berlindung. Hindari pohon atau pun papan baliho yang setiap saat dapat berpotensi roboh.

Pada awal September 2020 lalu, BNPB telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi, kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi.

Salah satunya dengan melakukan koordinasi multipihak di setiap wilayah administrasi.

Di samping itu, setiap keluarga dapat meningkatkan upaya peringatan dini dengan memantau informasi cuaca dari BMKG yang dapat diakses dengan berbagai pendekatan seperti aplikasi Info BMKG maupun website dan media sosial dari instansi pemerintah.

Warga dapat memantu prakiraan cuaca harian hingga ke tingkat kecamatan melalui aplikasi Info BMKG sehingga dapat mempersiapkan atau mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

Warga masyarakat dapat juga memberikan informasi terkait dengan kondisi terkini sehingga membantu otoritas setempat untuk penanganan darurat maupun kewaspadaan warga lainnya.

Melalui PetaBencana.id, warga dapat mengirimkan konten informasi melalui media sosial yang kemudian terjadi pada dashboard tersebut setelah terverifikasi.

Exit mobile version