Jejak Geologi Batupasir Kawasan Teluk Tomini Sebagai Penyimpan Air Masa Mendatang

GAMBAR: FMIPA UNG

Darilaut – Kawasan Teluk Tomini mencakup Provinsi Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Wilayah ini memiliki sebaran batupasir yang sangat luas, terutama pada Formasi Dolokapa, Lokodidi dan Randangan.

Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan jejak geologi batupasir Teluk Tomini berpotensi dikembangkan sebagai reservoir atau tempat penyimpan air tanah untuk kebutuhan di masa mendatang.

Hasil penelitian, potensi besar batupasir tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung swasembada air bersih nasional.

Penelitian ini dilaksanakan oleh dosen Program Studi Teknik Geologi UNG masing-masing dipimpin Dr. Aang Panji Permana, Muh. Kasim, Ronal Hutagalung, I Nengah Sandi dan dan mahasiswa Teknik Geologi.

Penelitian dengan judul “Kajian Potensi Batupasir di Teluk Tomini untuk Pengembangan Kawasan Reservoir Air Tanah dalam Mendukung Terciptanya Swasembada Air” melalui skema Hibah Penelitian Fundamental – Reguler tahun 2025 yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Selama ini, menurut peneliti, kajian air tanah di Teluk Tomini lebih banyak difokuskan pada batugamping dan endapan aluvial.

Penelitian dilakukan melalui survei geologi lapangan, analisis petrografi batuan, dan analisis geokimia X-Ray Fluorescence (XRF).

Hasilnya menunjukkan bahwa daerah penelitian didominasi oleh satuan batupasir berlapis dan batupasir massif. Dua jenis utama yaitu Lithic Arenite dan Feldspathic Wacke.

Batupasir tersebut tersusun oleh mineral kuarsa, feldspar, dan fragmen batuan vulkanik, dengan karakter porositas primer dan sekunder yang menunjukkan kemampuan menyimpan dan melewatkan air.

Analisis geokimia juga mengindikasikan bahwa batupasir ini terbentuk pada lingkungan tektonik busur kepulauan (oceanic island arc) yang berkaitan dengan aktivitas subduksi di kawasan Teluk Tomini.

Temuan ini membuktikan bahwa batupasir Teluk Tomini berpotensi dikembangkan sebagai “reservoir air tanah” dalam untuk menopang kebutuhan air bersih di masa depan, “khususnya di wilayah Indonesia bagian timur,” ujar Aang.

Penelitian ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendukung ketahanan dan kemandirian air, sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.

Sebagai luaran, hasil penelitian ini akan dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, sekaligus memperkuat peran UNG dalam pengembangan riset berbasis potensi lokal.

Penelitian lanjutan direncanakan pada tahun 2026 dengan fokus pada analisis porositas dan permeabilitas batupasir untuk pemodelan reservoir air tanah secara lebih detail.

Exit mobile version