Juni 2019, Daya Beli Nelayan Membaik

FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Daya beli nelayan Indonesia semakin membaik di bulan Juni 2019. Berdasarkan berita resmi Statistik Senin (1/7), Nilai tukar nelayan (NTN) bulan Juni 2019 naik sebesar 0,11 persen, dibandingkan bulan yang sama tahun 2018, yaitu dari 113,52 (Juni 2018) menjadi 113,64 (Juni 2019).

Artinya, dalam bulan Juni tahun 2019 daya beli nelayan semakin membaik dibandingkan bulan yang sama tahun 2018.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi peningkatan sebesar 0,50 persen, yaitu dari 113,08 (Mei 2019) menjadi 113,64 (Juni 2019). Hal ini terjadi karena kenaikan It sebesar 0,95 persen lebih tinggi dari kenaikan Ib sebesar 0,46 persen.

Kenaikan It disebabkan oleh naiknya It di kelompok penangkapan perairan umum (khususnya komoditas ikan gabus dan udang) sebesar 0,74 persen dan kelompok penangkapan laut (khususnya komoditas ikan kembung dan ikan tongkol) sebesar 0,91 persen. Ib mengalami kenaikan sebesar 0,46 persen dikarenakan naiknya indeks kelompok KRT dan indeks kelompok BPPBM masing-masing sebesar 0,59 persen dan 0,20 persen.

Untuk Nilai tukar usaha nelayan (NTUN) bulan Juni 2019 tumbuh 0,68 persen, dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2018, yaitu dari 127,33 (Juni 2018) menjadi 128,20 (Juni 2019). Sementara itu, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi peningkatan sebesar 0,75 persen, yaitu dari 127,25 (Mei 2019) menjadi 128,20 (Juni 2019).

Artinya, dalam bulan Juni tahun 2019 usaha nelayan semakin membaik dibandingkan bulan yang sama tahun 2018.

Berita Resmi Statistik

Adapun Nilai tukar pembudidaya ikan (NTPi) Bulan Juni 2019 tumbuh 0,51 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2018, yaitu dari 101,29 (Juni 2018) menjadi 101,81 (Juni 2019).

Artinya, daya beli pembudidaya ikan pada bulan Juni tahun 2019 mengalami perbaikan dibandingkan bulan yang sama tahun 2018.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi penurunan sebesar 0,18 persen, yaitu dari 101,99 (Mei 2019) menjadi 101,81 (Juni 2019). Hal ini terjadi karena It naik sebesar 0,28 persen, lebih kecil dari kenaikan Ib sebesar 0,45 persen. Kenaikan It disebabkan oleh naiknya harga sebagian jenis komoditas, khususnya ikan mas dan rumput laut. Kenaikan Ib disebabkan oleh naiknya indeks kelompok KRT sebesar 0,65 persen dan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,10 persen.

Kemudian, Nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi) bulan Juni 2019 tumbuh 0,99 persen, dibandingkan bulan yang sama tahun 2018, yaitu dari 114,02 (Juni 2018) menjadi 115,15 (Juni 2019). Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi peningkatan sebesar 0,18 persen, yaitu dari 114,94 (Mei 2019) menjadi 115,15 (Juni 2019).

Selanjutnya, Nilai tukar perikanan (NTP) bulan Juni 2019 tumbuh 0,34 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2018, yaitu dari 106,38 (Juni 2018) menjadi 106,74 (Juni 2019). Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi peningkatan sebesar 0,12 persen, yaitu dari 106,61 (Mei 2019) menjadi 106,74 (Juni 2019).

Artinya, pada bulan Juni tahun 2019 ada perbaikan daya beli masyarakat perikanan dibandingkan dengan bulan Juni 2018.

Pertumbuhan juga pada Nilai tukar usaha perikanan (NTUP). Di bulan Juni tahun 2019 tumbuh 0,86 persen, dibandingkan bulan yang sama tahun 2018, yaitu dari 119,57 (Juni 2018) menjadi 120,60 (Juni 2019). Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi peningkatan sebesar 0,43 persen, yaitu dari 120,08 (Mei 2019) menjadi 120,60 (Juni 2019).*

Sumber: Berita Resmi Statistik No. 52/07/Th. XXII, 1 Juli 2019, Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen Gabah.

Exit mobile version