Kaleidoskop 2025: Hiu Paus Catat Rekor Kemunculan di Perairan Botubarani

Agregasi hiu paus di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. FOTO: SUKIRMAN TILAHUNGA

Darilaut – Setahun yang lalu, di awal 2024, satu buah perahu transparan diperkenalkan bagi pengunjung yang datang menyaksikan hiu paus di perairan Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Dengan berperahu transparan, pengunjung satu atau dua orang dapat duduk, berbaring untuk berinteraksi dengan hiu paus di perairan Botubarani, Gorontalo, Teluk Tomini.

Pemandu akan mendekatkan hiu paus dengan perahu transparan, pengambilan gambar akan dilakukan dengan penerbangan pesawat tanpa awak (drone).

Tidak banyak pengunjung yang berminat menggunakan perahu transparan yang berbahan akrilik atau plastik transparan polimer yang menyerupai kaca tersebut.

Keadaan berubah setelah aktris, produser muda, pengusaha, sekaligus rescue diver dan freediver Prilly Latuconsina berperahu transparan di dekat atau di samping hiu paus, April 2024.

Pengunjung yang berkeinginan dengan pose yang sama, dengan menggunakan perahu transparan di Botubarani meningkat.

Prilly Latuconsina saat berada di perahu transparan dan hiu paus di perairan Botubarani, Gorontalo, pada April 2024. CUPLIKAN LAYAR PRILLY LATUCONSINA/TIKTOK/INSTAGRAM

Berbeda dengan awal tahun lalu, kini belasan perahu transparan telah beroperasi di lokasi wisata hiu paus.

Perahu transparan tersebut digunakan saat pengunjung ingin berpose dengan pengambilan gambar saat hiu paus berada di samping atau di bawah perahu.

Iklan Berbagai Merek

Puluhan perahu nelayan berjejer di pinggiran pantai Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Sabtu (7/6). Perahu lainnya, berada di zona interaksi hiu paus dengan membawa wisatawan di perairan Botubarani, Teluk Tomini.

Dari pinggiran pantai, hanya dengan puluhan kayuhan, pemandu wisata sudah langsung membawa pengunjung untuk melihat dan berinteraksi dengan hiu paus.

Biasanya perahu bercadik dengan bahan bambu atau kayu ringan yang dipasang di kiri dan kanan tersebut dengan cat polos membawa pengunjung untuk melihat hiu paus.

Kini, puluhan perahu tersebut sudah membawa berbagai merek perusahaan ternama di Indonesia, termasuk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan bahan pewarna.

Iklan berbagai merek di pantai dan perairan Botubarani, Gorontalo. FOTO: DARILAUT.ID

Merek ini ada di badan perahu dan bagian atap pelindung dari sengatan matahari dan hujan di areal zona interaksi hiu paus.

Penjajakan Darilaut.id, iklan yang ada di perahu nelayan yang digunakan untuk wisata hiu paus seperti Telkomsel (Dibawa Rileks Aja), sebuah perusahaan operator telekomunikasi digital terbesar di Indonesia; IM3 (Sinyal IM3 kuat, luas dan stabil) layanan seluler yang dimiliki dan dioperasikan oleh  PT Indosat Ooredoo HutchisonTri (lebih hemat, sinyak cepat); dan Smartfren Xlsmart, perusahaan gabungan antara XL Axiata dan Smartfren.

Kemudian BRI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) sebuah BUMN; Jamkrindo a member of IFG,  perusahaan BUMN untuk penjaminan kredit terbesar di Indonesia;  JNE Express; dan perguruan tinggi Universitas Terbuka.

Memanfaatkan Kepopuleran Hiu Paus

Ahli desain komunikasi visual Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr. Noval Sufriyanto Talani, mengatakan, iklan berbagai perusahaan di perahu nelayan yang digunakan untuk membawa wisatawan, telah memanfaatkan kepopuleran hiu paus di Botubarani.

(Brand) meminjam nilai kepopuleran hiu paus agar banyak dilihat,” ujar Noval, akademisi dan dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial UNG, Minggu (8/6).

Ini sudah ”perang iklan,” kata Noval, sembari menambahkan biasanya merek seperti itu hanya di darat, pada kendaraan bermotor dan ruang publik lainnya.

Ahli desain komunikasi visual Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr. Noval Sufriyanto Talani. FOTO: DOK. DARILAUT.ID

Menurut Noval, tanpa disadari publik atau konsumen, perusahaan dengan biaya yang sangat minim telah memasang brand advertising atau iklan merek.

Bentuk iklan di perahu tersebut untuk membangun kesadaran terhadap merek, yang memanfaatkan kepopuleran hiu paus di Botubarani, kawasan Teluk Tomini, kata Noval.

Konsumen atau penerima pesan iklan tidak menyadari hal tersebut. Meskipun brand ini sudah dikenal luas di masyarakat, tetap saja ini untuk memperkuat merek tersebut.

Rekor Kemunculan Hiu Paus

Sejak tanggal 1 Januari 2025 hingga 1 November 2025 agregasi hiu paus (Rhincodon typus) di zona interaksi perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, sebanyak 303 hari.

Sejak 1 Januari hingga 31 Oktober 2025, sebanyak 302 kemunculan hiu paus. Pada Tanggal 1 November 2025 jumlah kemunculan hiu paus 3 individu. Tanpa kemunculan sama sekali hiu paus di lokasi zona interaksi perairan Botubarani tanggal 18 Maret dan 7 Oktober 2025. GAMBAR: DARILAUT.ID

Darilaut.id menyematkan 303 hari agregasi hiu paus di perairan Botubarani, kawasan konservasi perairan di wilayah Teluk Gorontalo bagian dari Teluk Tomini tersebut sebagai rekor baru.

Berdasarkan gambar yang ditampilkan dari Januari hingga Oktober, terdapat 302 kemunculan hiu paus (whale shark) di zona interaksi perairan Botubarani. Jumlah kemunculan setiap hari bervariasi 1 hingga 8 individu. Pada Tanggal 1 November 2025 jumlah kemunculan hiu paus 3 individu.

Tanpa kemunculan hiu paus di zona interaksi tanggal 18 Maret dan 7 Oktober 2025.

Kemunculan hiu paus terbanyak dengan jumlah empat individu di bulan April, Mei, Juli dan Agustus. Lima individu di bulan Juni, Juli, Agustus dan September 2025. Kemunculan enam individu paling banyak di bulan Juni.

Agregasi sebanyak tujuh individu di lokasi zona interaksi tanggal 13 Juni, 7 Juli, 26 September, 27 September dan 30 September. Kemunculan terbanyak delapan individu pada tanggal 13 Juli dan 1 Oktober.

Hiu paus spesies ikan terbesar di Bumi yang muncul hampir setiap hari di tahun 2025.

Di perairan biru yang tenang di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, seekor raksasa laut jinak kembali menampakkan diri. Hiu paus (Rhincodon typus), ikan terbesar di dunia yang bagi masyarakat lokal dikenal dengan nama munggiyango hulalo, telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Gorontalo, Teluk Tomini.

Interaksi hiu paus di perairan Botubarani, Gorontalo. FOTO: SUKIRMAN TILAHUNGA

Setiap kali tubuhnya yang berkilau di bawah sinar matahari muncul ke permukaan, masyarakat dan wisatawan dibuat takjub. Fenomena ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga kisah tentang bagaimana manusia dan laut saling menjaga keseimbangan satu sama lain.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) Orca Botubarani, Olis Latief, menjadi saksi hidup perjalanan panjang hiu paus di kawasan ini. Ia masih mengingat jelas saat hiu paus sempat menghilang dari perairan Botubarani.

“Hiu paus ini di tahun 2016 sempat menghilang selama tiga bulan karena munculnya paus orca, tapi setelah itu muncul lagi dan sampai sekarang masih sering terlihat,” ujar Olis.

Exit mobile version