Darilaut – Kapal Tanker MT Young Yong berbendera Djibouti berhasil diapungkan kembali di perairan Batam, Kepulauan Riau, setelah kandas selama 14 hari. Kapal ini kandas di jalur pipa Singapura, di Selat Singapura.
Kantor KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun dan Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut – Kementerian Perhubungan berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi.
Kapal tanker MT Young Yong memiliki ukuran panjang 320,28 meter dan lebar 58 meter dengan muatan fuel oil sebanyak 284.429 ton.
Untuk mengapungkan kapal tersebut antara lain dengan cara memindahkan muatan tanker tersebut.
Proses memindahkan muatan kapal tanker MT Young Yong dengan segera untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan laut.
Kapal yang kandas di Selat Singapura dekat Pulau Takong Kecil, Kota Batam, sejak 27 Oktober 2022, diapungkang kembali pada Kamis (10/11).
Kapal Patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) KN Sarotama P-112 terus melakukan pengawalan dan pengamanan alur terhadap MT Young Yong yang sedang towing hingga dapat berlabuh jangkar dengan aman dan selamat di perairan Anchorage Area Pulau Nipah, Kepulauan Riau.
Proses evakuasi MT Young Yong dilaksanakan di bawah koordinasi KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun yang pada saat kejadian langsung menerjunkan kapal patroli KNP 366 ke lokasi.
Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Jon Kenedi, Kamis (10/11), mengatakan sejak awal sudah langsung melaksanakan aksi cepat dengan mengerahkan kapal patroli ke lokasi kejadian.
Menurut Kepala Pangkalan PLP Tanjung Uban, Mulyadi, Pangkalan PLP Tanjung Uban menurunkan Kapal Patroli KN Sarotama P-112 dan KN Rantos P-210 dan satu tim rescue.
Selanjutnya, menempatkan alat penanggulangan pencemaran, seperti oil boom 300m, 1 set skimmer dan power pack.
Proses evakuasi dilakukan ekstra hati-hati mengingat lokasi kejadian kandasnya kapal tersebut berada di jalur yang sangat rentan yaitu jalur pipa Singapura.
Selain itu, kata Mulyadi, proses evakuasi juga dilaksanakan dengan tidak mengganggu lalu lintas TSS (Traffic Separation Scheme) Singapura – Indonesia.
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Capt Mugen Sartoto mengatakan proses evakuasi dari awal hingga akhir berjalan lancer, sehingga kapal tersebut bisa lepas kandas dan tanpa terjadi pencemaran lingkungan yang berbahaya.
KPLP mengerahkan dua kapal patroli KPLP ke lokasi kejadian untuk melakukan mengevakuasi.
MT Young Yong bertolak dari Pelabuhan Tanjung Pelepas, Malaysia, menuju Pulau Nipa, Kabupaten Karimun, pada 18 Oktober. Kapal itu mengangkut 284.429 ton minyak dan dilaporkan tidak ada korban jiwa dan pencemaran.
Mugen mengatakan dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa dan pencemaran. Evakuasi juga dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.
Kapal ini diawaki 25 orang dan dioperasikan oleh East Wind Ship Management Ltd. Perusahaan yang bermarkas di Hong Kong dan memiliki kantor perwakilan di Singapura.
