Darilaut – Kapal Ro-Ro KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, belum lama melayari rute Surabaya, Jawa Timur dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Namun Ro-Ro KMP Virgo Transport 8 bukan kapal baru. Kapal ini sudah berusia 39 tahun.
Sebelum balik nama menjadi KMP Virgo Transport 8, kapal ini dengan nama Ferry Kurushima beroperasi di Jepang.
KMP Virgo Transport 8 yang berlayar dengan kecepatan 5,9 knot mengalami kemiringan dan terbalik di Laut Jawa.
Menurut Vesselfinder.com Virgo Transport 8 (IMO 8625179, MMSI 525110543) adalah kapal penumpang/kargo Ro-Ro yang dibangun pada tahun 1987.
Data pada Marinetraffic.com, Virgo Transport 8 dengan panjang keseluruhan (LOA) 119 meter dan lebarnya 21 meter.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menjelaskan bahwa kronologi awal kejadian kapal tersebut mengalami kondisi listing (kemiringan) dan kehilangan kontak (lost contact) di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu sekira pukul 02.00 Local Time atau waktu setempat.
Data sementara, berdasarkan manifes, terdapat total 243 orang di atas kapal (30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet) beserta 89 unit muatan kendaraan.
Tim SAR (Search and Rescue) gabungan menemukan bangkai kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, pada Senin (14/9).
Berdasarkan video Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, sebagian badan kapal tersebut dalam keadaan terbalik dan mengapung.
Tim Search and Rescue Udara (SRU) yang menggunakan Helikopter Dauphin HR-3601 berhasil mendeteksi dan menemukan lokasi bangkai kapal saat melakukan penyisiran visual dari udara di perairan Laut Jawa.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran dan pihak terkait untuk memprioritaskan pada pencarian, evakuasi, serta pendataan penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa.
Data sementara 114 orang telah dievakuasi, enam meninggal dunia.
Pada Senin siang penyelamatan dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas berhasil mengevakuasi 1 orang korban selamat musibah KM Virgo Transport 8 dari area pencarian di perairan dan segera mendapatkan penanganan medis darurat via udara.
Helikopter mendarat dengan aman di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Setibanya di landasan, personel dan tim medis yang telah siaga di apron langsung bergerak cepat melakukan pemindahan korban ke ambulans.
Senin pukul 14.15 Wita, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Lanud Syamsudin Noor untuk mendapatkan perawatan intensif dan penanganan medis lebih lanjut oleh tim dokter.
Evakuasi medis udara (medevac) ini menjadi langkah krusial untuk memangkas waktu tempuh, mengingat kondisi korban yang membutuhkan penanganan cepat dan segera.
Sementara itu, di Posko Darurat Terpadu yang didirikan oleh Tim SAR Gabungan di kawasan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, terus beroperasi penuh selama 24 jam untuk melayani kebutuhan data, koordinasi, dan pendampingan keluarga korban.
Di dalam tenda posko utama yang padat aktivitas ini, para petugas dari Kantor SAR Banjarmasin bersama potensi SAR lainnya terlihat sigap melayani pihak keluarga yang datang mencari informasi maupun mencocokkan data manifest.
Papan-papan informasi yang memuat daftar korban selamat dan dalam pencarian terus diperbarui secara berkala agar pihak keluarga mendapatkan kepastian secepatnya.
