Kasus COVID-19 Meningkat di Asia Tenggara

Virus Corona SARS-COV-2. FOTO: NIAID.NIH.GOV

Darilaut – Kasus virus corona bukan hanya meningkat di negara Jepang. Mengamati perkembangan COVID-19 belakangan ini, telah terjadi peningkatan kasus di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan surat edaran tentang Kewaspadaan Terhadap Lonjakan COVID-19 bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri.

Kementerian Kesehatan sangat merekomendasikan masyarakat untuk melengkapi vaksinasi COVID-19 di tengah kasus COVID-19 yang kembali melonjak. Apalagi, perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) membuat mobilitas masyarakat semakin tinggi.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan dalam surat edaran tersebut pelaku perjalanan luar negeri mempunyai risiko tertular COVID-19 akibat interaksi dengan orang lain dari berbagai negara.

Setiap orang perlu dipastikan mempunyai kekebalan yang cukup untuk melakukan perjalanan sehingga tidak tertular dan menjadi sumber penularan selama perjalanan dan ketika kembali ke tanah air.

Sehingga sangat direkomendasikan untuk segera melengkapi vaksinasi COVID-19 baik dosis primer maupun booster sesuai ketentuan, ujar dr. Nadia.

dr. Nadia mengingatkan perlu ada upaya agar tingkat imunitas masyarakat tetap tinggi dengan memastikan tersedianya pelayanan vaksinasi COVID-19.

”Kepala Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota diminta untuk memastikan semua puskesmas dan fasyankes lainnya yang berada di wilayah kerjanya tetap memberikan pelayanan vaksinasi COVID-19,” kata Nadia di Jakarta, Senin (11/12).

Pemerintah daerah juga diminta untuk menjamin ketersediaan vaksin dan logistik lainnya. Pemerintah daerah juga memastikan masyarakat mendapatkan informasi dengan baik mengenai lokasi mendapatkan layanan vaksinasi COVID-19.

Selama tiga minggu terakhir, jumlah kasus virus corona terus meningkat di seluruh Jepang.

Melansir Nippon Hoso Kyokai (NHK) Jumat (15/12) Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan sekitar 5.000 institusi medis di seluruh negeri melaporkan 17.379 kasus dalam periode tujuh hari hingga Minggu. Jumlah tersebut naik 3.796 dari minggu sebelumnya.

Pada Mei 2023, Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) menyatakan berakhirnya COVID-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat dan menekankan bahwa itu tidak berarti penyakit ini tidak lagi menjadi ancaman global.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers, mengatakan, virus itu – yang pertama kali diumumkan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional oleh WHO pada 30 Januari 2020 – tetap ada di sini.

“Masih membunuh dan masih berubah. Risiko tetap munculnya varian baru yang menyebabkan lonjakan baru dalam kasus dan kematian.”

Sumber: Kemkes RI, NHK, dan Who.int

Exit mobile version