Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang telah mendistribusikan air bersih di wilayah setempat, pada Jumat (15/8). Sebanyak satu tangki atau setara dengan 5.000 liter dibagikan gratis kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Memasuki puncak musim kemarau, kekeringan mulai berdampak pada wilayah Kabupaten Jember. Pada Kamis (14/8), warga Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat pasokan air yang menurun drastis.
Hampir setiap rumah tangga terdampak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari, dengan total 101 kepala keluarga terdampak. Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian materil.
BPBD Kabupaten Jember melakukan upaya darurat antara lain mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak setiap tiga hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter per tangki, serta menyalurkan dua unit tandon berkapasitas 1.200 liter untuk kebutuhan penyimpanan air sementara.
Seiring meningkatnya intensitas anomali cuaca di berbagai wilayah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Fenomena kekeringan yang terjadi di musim kemarau, disertai angin kencang hingga puting beliung setelah hujan deras, menjadi indikasi bahwa pola iklim yang sulit diprediksi.




