Darilaut – Kondisi kekeringan masih berlanjut di Indonesia. Lebih dari 1100 titik panas tersebar di sejumlah wilayah, terbanyak di Papua Selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan kekeringan belum berakhir. Hasil pemantauan kondisi iklim pada Dasarian III September 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi oleh kondisi kering.
Meskipun demikian, menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG, dinamika atmosfer yang masih aktif tetap mendukung potensi terjadinya hujan dengan intensitas signifikan di sejumlah wilayah.
Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan karakteristik cuaca antarwilayah di Indonesia, dengan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta hujan lebat yang dapat terjadi pada wilayah berbeda.
Kondisi kering yang masih berlangsung di berbagai wilayah Indonesia turut meningkatkan potensi karhutla, khususnya pada daerah yang mengalami periode hari tanpa hujan berkepanjangan.
Hasil pemantauan BMKG pada 11 Oktober 2026, keberadaan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi masih teridentifikasi di sejumlah wilayah, antara lain, Jambi (16 titik), Sumatera Selatan (234 titik), Kepulauan Bangka Belitung (23 titik), Lampung (19 titik), Kalimantan Barat (71 titik), Kalimantan Tengah (213 titik), Kalimantan Timur (30 titik), Kalimantan Selatan (15 titik), Maluku Utara (15 titik), dan Papua Selatan (482 titik).




