Kekuatan Luar Biasa Dari Peristiwa El Niño Empat Minggu Terakhir

GAMBAR: CCSR/IRI

Darilaut – Center for Climate Systems Research (CCSR) – International Research Institute for Climate and Society (IRI) mengeluarkan prakiraan iklim Oktober 2026 untuk periode November-Januari 2026/27 hingga Februari-April 2027.

Selama September 2026, anomali suhu permukaan laut (sea surface temperature – SST) semakin menguat di wilayah Pasifik ekuatorial bagian tengah dan timur.

CCSR-IRI menyebutkan indeks Niño 3.4 bulanan mencapai +2,84°C. Kondisi ini menempatkan peristiwa El Niño yang sedang berlangsung ke dalam kategori “sangat kuat”. Indeks Niño 3.4 mingguan terbaru, yang berpusat pada 7 Oktober 2026, naik menjadi +3,3°C, menunjukkan penguatan berkelanjutan dari kondisi El Niño di seluruh wilayah Pasifik tropis.

Perlu dicatat bahwa nilai Niño 3.4 tetap berada di atas +3,0°C selama empat minggu terakhir, yang menegaskan persistensi serta kekuatan luar biasa dari peristiwa El Niño yang sedang terjadi saat ini.

Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) telah berada dalam fase positif sejak September 2026, dengan nilai mingguan terakhir mencapai +0,88°C untuk periode 5–11 Oktober 2026.

Prakiraan curah hujan probabilistik multi-model objektif dari CCSR/IRI untuk periode November-Desember-Januari (NDJ) 2026/2027 menunjukkan peningkatan probabilitas curah hujan di bawah normal (ditandai dengan warna kuning hingga cokelat) di wilayah Amerika Selatan bagian utara, sebagian Amerika Tengah, Afrika bagian selatan, Asia Tenggara dan Benua Maritim (Maritime Continent).

Sinyal kondisi kering ini terus berlanjut sepanjang periode prakiraan (Desember-Januari-Februari – DJF hingga Februari-Maret-April -FMA) di beberapa wilayah, meskipun intensitas dan cakupan spasialnya bervariasi tergantung pada wilayah dan periode prakiraannya.

Probabilitas curah hujan di bawah normal juga meningkat di wilayah Alaska, Australia bagian barat laut, dan Madagaskar selama periode DJF–JFM. Sebaliknya, wilayah Amerika Serikat bagian selatan—termasuk wilayah Barat Daya, Tenggara, dan Southern Plains di sekitarnya—serta Uruguay dan wilayah sekitarnya, Afrika bagian timur laut, Timur Tengah, dan sebagian Eurasia, menunjukkan probabilitas tinggi untuk curah hujan di atas normal selama periode prakiraan tersebut.

Banyak pola curah hujan basah maupun kering yang teramati secara umum selaras dengan pengaruh fenomena El Niño yang sangat kuat di wilayah Pasifik tropis bagian tengah dan timur.

Pengamatan terkini menunjukkan nilai indeks Niño 3.4 telah melampaui +3,0°C, yang menegaskan intensitas luar biasa dari peristiwa ini, sementara prakiraan menunjukkan potensi penguatan lebih lanjut hingga mencapai puncaknya pada musim gugur 2026.

Kondisi laut-atmosfer yang terus berkembang ini memunculkan kemungkinan terjadinya pergeseran berkelanjutan pada pola curah hujan regional. Namun, ENSO saja tidak dapat menjelaskan seluruh anomali yang teramati.

Fenomena IOD positif yang sedang berkembang, bersama dengan proses atmosfer dan laut regional lainnya, dapat semakin memperkuat atau mengubah pola curah hujan di wilayah-wilayah yang terdampak.

Sebagai catatan: prakiraan musiman curah hujan dan suhu dari CCSR/IRI yang diterbitkan bulan ini didasarkan pada prosedur kalibrasi objektif yang menggabungkan prakiraan dari empat model menggunakan metode Extended Logistic Regression (ELR). Keempat model NMME tersebut adalah CanSIPS-IC4, CFSv2, COLA-RSMAS-CESM1, dan NASA-GEOSS2S.

IRI dibentuk melalui perjanjian kerja sama antara Climate Program Office milik NOAA dan Universitas Columbia. Lembaga ini merupakan bagian dari The Columbia Climate School di Universitas Columbia dan berlokasi di Kampus Lamont.

Exit mobile version