Darilaut – Fenomena El Niño yang kian menguat secara global memberikan dampak yang berbeda-beda di tiap wilayah dan musim.
Fenomena ini memicu perubahan signifikan pada pola curah hujan—mulai dari kekeringan ekstrem hingga banjir besar—serta berdampak pada sektor pertanian, perikanan, dan produksi pangan.
“Dampak El Niño bervariasi antarwilayah, bahkan sering kali berbeda di dalam wilayah yang sama, serta berubah dari satu musim ke musim lainnya,” ujar Kepala Bagian Prediksi Iklim WMO, Wilfran Moufouma Okia, seperti dikutip dari WMO.
“Kondisi lingkungan yang ada, siklus curah hujan musiman, dan faktor pendorong iklim lainnya turut menentukan dampaknya.”
Wilayah Tanduk Afrika bagian utara (Greater Horn of Africa) memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai hal ini.
Prospek musiman yang dirilis oleh IGAD Climate Prediction and Applications Centre (ICPAC) pada bulan Mei memprediksi curah hujan di bawah normal selama periode Juni–September 2026 di wilayah utara kawasan tersebut, khususnya di sebagian wilayah Ethiopia, Sudan Selatan, dan Sudan.
Berdasarkan data terbaru dari ICPAC, kekurangan curah hujan terus terjadi di sebagian besar wilayah ini sepanjang musim tersebut. Akibatnya, terjadi kekurangan kelembapan tanah dan tekanan pada vegetasi—keduanya merupakan indikator dampak negatif bagi tanaman pangan maupun lahan penggembalaan.



