Darilaut – Untuk mendukung upaya pencarian dan pertolongan (SAR), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menerbitkan dan menyiarkan Notice to Mariners (NTM) kepada kapal-kapal yang berlayar di sekitar wilayah operasi.
Data sementara 129 orang penumpang kapal Ro-Ro KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9), hingga saat ini, masih dalam proses pencarian.
KMP Virgo Transport 8 melayari rute Surabaya, Jawa Timur dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengalami kondisi listing (kemiringan) dan kehilangan kontak (lost contact) di sekitar perairan Masalembo. Setelah itu, kapal ini terbalik.
Dengan adanya Notice to Mariners, kapal yang berada atau melintas di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan dan turut membantu melakukan penyisiran.
Apabila menemukan korban atau informasi terkait, kapal diminta segera melaporkannya kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai (SROP), atau pihak terkait lainnya.
Kemenhub terus memberikan dukungan dalam penanganan insiden KMP Virgo Transport 8, mulai dari mendukung proses pencarian dan pemantauan hingga penanganan korban dan keluarga pascakejadian.
Hingga saat ini, sebanyak 114 orang dari total 243 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 6 orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Dari 114 orang yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, terdiri atas 85 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia.
Sebanyak 22 korban selamat yang sebelumnya berada di KM Cahaya Bahari telah dievakuasi menggunakan KRI Nala-363 dan tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan seluruh dukungan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan membantu proses pencarian korban yang hingga saat ini masih berlangsung.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan mengoptimalkan dukungan yang dimiliki Ditjen Perhubungan Laut untuk membantu proses pencarian. Keselamatan seluruh unsur yang terlibat tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi,” ujar Masyhud.
Selain itu, Ditjen Perhubungan Laut terus melakukan pemantauan dan komunikasi melalui VTS dan SROP.
Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit juga dikerahkan sebagai relay komunikasi radio antara kapal-kapal di lokasi operasi dengan SROP, mengingat jarak lokasi menyebabkan sebagian kapal tidak dapat melakukan transmisi radio secara langsung.
Dukungan komunikasi dan pemantauan terus kami optimalkan agar koordinasi dan pertukaran informasi antara kapal-kapal di lokasi dengan petugas di darat dapat berjalan dengan baik selama proses pencarian berlangsung, kata Masyhud.
Dalam penanganan korban dan keluarga pascakejadian, Kemenhub turut mendampingi PT Jasa Raharja dalam penyerahan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia dalam insiden KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan saat berlayar pada rute Surabaya–Banjarmasin.
Masyhud mengatakan Ditjen Perhubungan Laut akan terus memantau perkembangan penanganan insiden KMP Virgo Transport 8 serta menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan di lapangan, baik dalam mendukung proses pencarian maupun penanganan korban dan keluarga.
“Fokus kami saat ini adalah mendukung upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan sekaligus memastikan penanganan terhadap korban dan keluarga dapat berjalan dengan baik,” kata Masyhud, Kementerian Perhubungan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
