Kemiripan Potensi Wisata Budaya Kota Gorontalo dan Ternate

Masjid besar Sabilulhuda “Boki Owutango” Tamalate (946 H/ 1525 M) di Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Aspek Bahasa (language) di Kerajaan di Ternate, boki adalah permaisuri, namun tidak semua istri raja/sultan disebut boki. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia boki disebut: sapaan untuk istri pembesar. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kota tua di Ternate, Provinsi Maluku Utara, memiliki kemiripan dengan Kota Gorontalo. Untuk mempelajari pengelolaan wisata budaya di Ternate, Pemerintah Kota Gorontalo melakukan kunjungan kerja di daerah tersebut, pada Senin (4/12).

Ternate dikenal dengan peninggalan kerajaan dan kesultanan yang tersohor. Warisan ini menjadikan Ternate sebagai pusat destinasi wisata domestik maupun manca negara.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, mengatakan keberadaan obyek wisata yang ada di Kota Ternate kaya akan sejarah peninggalan kebudayaan (heritage). Demikian juga dengan Tidore Kepulauan, di Maluku Utara.

“Sebagai kota bersejarah, Ternate dan Tidore Kepulauan memiliki berbagai peninggalan kebudayaan, baik yang bersifat artefaktual (kebudayaan material) maupun kebudayaan non material (nilai dan tradisi),” kata Marten.

Menurut Marten, kebudayaan dan potensi wisata yang ada di kedua daerah punya kemiripan dengan Kota Gorontalo. Gorontalo juga merupakan daerah peninggalan kerajaan.

Berdasarkan kemiripan tersebut, penting bagi Marten untuk mengadopsi pengelolaan potensi menjadi aset bernilai untuk pendapatan daerah.

Dalam pertemuan dengan pemerintah kedua daerah itu, Marten memaparkan profil pariwisata Kota Gorontalo yang didukung Perda nomor 11 tentang 2016 tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah (Ripparda) tahun 2016-2026.

Marten mengatakan ke depan, kebijakan pengembangan pariwisata di Kota Gorontalo akan lebih diarahkan untuk pengembangan kawasan wisata budaya kota tua.

Walikota Gorontalo melakukan kunjungan kerja di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Senin (4/12. FOTO: HUMAS PEMKOT GORONTALO

Di kawasan Kota Tua Gorontalo terdapat enam bangunan yang telah berstatus sebagai bangunan cagar budaya, dan telah ditetapkan dengan SK Walikota. Selain itu, terdapat lebih dari 100 bangunan yang menjadi obyek yang diduga cagar budaya.

Kota Ternate dan Tidore Kepulauan memiliki program pelestarian, pengelolaan serta pemanfaatan destinasi wisata budaya dan aspek sejarah.

Dalam kunjugan kerja tersebut, Marten Taha diterima langsung Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman.

Marten didampingi Ketua tim penggerak PKK Kota Gorontalo, Kepala Bapppeda Kota Gorontalo, sejumlah kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Gorontalo dan pimpinan organisasi perangkat daerah.

Sementara di Kota Tidore Kepulauan rombongan pemerintah Kota Gorontalo diterima Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo.

Selain kunjungan kerja ke pemerintah Kota Ternate dan Tidore Kepulauan, Marten bersilahturahmi dengan Kerurukunan Keluarga Indobesia Gorontalo (KKIG) Kota Tidore.

Exit mobile version