Kenaikan Permukaan Laut Kian Cepat

Suhu panas. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Jauh dari sekadar fantasi distopia dalam cerita fiksi ilmiah, kenaikan permukaan laut bukan lagi ancaman di masa depan yang jauh, melainkan kenyataan mendesak saat ini.

Melansir dari UN News, dengan hampir 900 juta orang yang tinggal di wilayah pesisir dataran rendah, kenaikan permukaan laut yang kian cepat mengancam komunitas, mata pencaharian, ekosistem, dan—bagi sebagian negara—bahkan kelangsungan eksistensi negara itu sendiri.

Pada 24 September, Pertemuan Tingkat Tinggi mengenai Kenaikan Permukaan Laut membahas bagaimana kerja sama global yang lebih kuat dapat membantu mengatasi tantangan yang terus berkembang ini serta membangun masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi mereka yang paling rentan.

“Kenaikan permukaan laut menenggelamkan masa depan. Hal ini membahayakan garis pantai, mata pencaharian… bahkan keberadaan negara itu sendiri,” kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

Guterres pernah mengatakan terumbu karang sedang sekarat, stok ikan sedang runtuh. Naiknya permukaan laut, dapat segera “menenggelamkan delta, merusak tanaman, dan menelan garis pantai — mengancam kelangsungan hidup banyak pulau.

“Laut adalah sumber daya bersama yang utama,” kata Guterres 

Bagaimana kerja sama global dapat mengatasi kenaikan permukaan laut dan membangun masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan

Mengapa PBB membahas kenaikan permukaan laut? Setiap kota pesisir, setiap pulau kecil, setiap delta sungai, semuanya menghadapi masa depan yang dibentuk oleh kenaikan permukaan laut.

Seiring memanasnya suhu bumi, air laut memuai serta gletser dan lapisan es mencair, sehingga mendorong kenaikan permukaan laut.

Kenaikan permukaan laut kini berlangsung semakin cepat pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengubah bentuk garis pantai serta meningkatkan risiko bagi pulau-pulau, kota pesisir, delta sungai, dan masyarakat di wilayah Arktik.

Lebih dari 1 miliar orang diperkirakan berpotensi terdampak kenaikan permukaan laut pada tahun 2050.

Exit mobile version