Darilaut – Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Gadjah Mada (UNG-UGM) akan berlangsung selama 49 hari, sejak 1 Juli 2024.
Program kolaborasi ini akan berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal di Teluk Tomini
Kepala Pusat KKN UNG Dr. Rosbin Pakaya, mengatakan, pemberdayaan masyarakat sejalan dengan tema KKN kolaborasi UNG-UGM, yakni pengembangan dan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal di kawasan Teluk Tomini.
Dalam mewujudkan tema tersebut, “UNG akan melibatkan 140 mahasiswa dan UGM sebanyak 77 mahasiswa yang akan diterjunkan pada 7 kelurahan/desa,” kata Rosbin.
Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok, mengatakan, melalui KKN kolaboratif ini akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa, bagaimana berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi kondisi yang ada di masyarakat khususnya di Provinsi Gorontalo.
KKN kolaboratif merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan oleh mahasiswa UNG-UGM.
”Kami sangat mengapresiasi UGM yang begitu fokus untuk merawat kebhinekaan, dengan konsisten mengirimkan mahasiswa melaksanakan KKN di wilayah Indonesia khususnya Provinsi Gorontalo,” ujar Rektor.
Eduart berpesan kepada mahasiswa UNG dan UGM untuk dapat memanfaatkan program KKN dalam mengimplementasikan pengetahuan serta memperkaya pengalaman, sehingga dapat menjadi portofolio khusus karena tidak semua mahasiswa dapat terlibat dalam program semacam ini.
Pelaksanaan program KKN merupakan salah satu bentuk komitmen UNG, dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian, kata Rektor.
Untuk itu, Rektor meminta kepada mahasiswa memanfaatkan program KKN untuk menyerap serta melihat kondisi yang ada di masyarakat saat ini.
“Dengan melihat kondisi tersebut mahasiswa tentunya harus mempunyai prognosa,” ujar Rektor.
Menurut perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan UGM, Dr. Muhamad Sulaiman, KKN kolaboratif dapat menjadi wahana mahasiswa untuk mempelajari tentang keindonesiaan.
Dengan tema kearifan lokal, kata Sulaiman, mahasiswa KKN khususnya dari UGM akan banyak belajar tentang kearifan lokal Gorontalo sebagai bekal memperkaya pengetahuan untuk mengenal indonesia lebih luas lagi.
