Darilaut – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat Pantai Utara (Pantura) Jawa mengalami erosi 65,8 persen area garis pantainya. Kawasan pesisir ini membentang dari Kabupaten Serang, Provinsi Banten hingga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Tingginya tingkat abrasi pesisir mengakibatkan degradasi lingkungan yang berdampak langsung pada hilangnya ruang hidup warga dan terganggunya infrastruktur ekonomi di wilayah tersebut.
“Jadi, 84 persen Pantai Utara Jawa itu tersusun oleh endapan pluvial dan endapan delta,” kata peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Tubagus Solihuddin, dalam Expose Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) dan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pantura Tangguh, Indonesia Lestari untuk Integrasi Sains, Inovasi, dan Ketahanan Pesisir” di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, pada Kamis (30/4).
”Secara geologi endapan yang menyusun Pantai Utara Jawa itu masih unconsolidated. Masih belum terkompaksi dengan kuat sehingga sangat mudah mengalami erosi dan pemampatan,” ujar Tubagus, seperti dikutip dari Brin.go.id.
Tubagus menyoroti pembangunan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi di Pantura berjalan sangat masif akibat tingginya tekanan demografi. Hal ini berujung pada ekstraksi sumber daya laut dan pesisir yang tidak terkontrol.



