Darilaut – Kondisi atmosfer dalam sepekan ke depan diprediksi masih cenderung kering, seiring pengaruh El Niño yang berada pada kategori sangat kuat dan IOD positif yang masih akan bertahan.
Kondisi tersebut sejalan dengan prakiraan curah hujan periode Agustus III–September II 2026 yang umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah (0–150 mm/dasarian), dengan kategori rendah (<50 mm/dasarian) masih mendominasi sebagian besar wilayah, meliputi sebagian Sumatra terutama bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian Papua.
Dengan demikian, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kecenderungan kering diprakirakan masih berlanjut, khususnya di wilayah yang sedang mengalami musim kemarau.
Di tengah kondisi tersebut, dinamika atmosfer regional masih dapat memberikan peluang terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah. Kondisi ini antara lain didukung oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuator yang diprakirakan tetap aktif di sekitar Samudra Pasifik utara Papua, Maluku Utara, Laut Sulawesi, Sulawesi Utara, hingga pesisir utara Papua Barat Daya.
Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 97W di Samudra Pasifik utara Papua turut mendukung terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di sekitar Papua hingga Laut Filipina. Kondisi tersebut dapat meningkatkan pengumpulan serta pengangkatan massa udara, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah sekitarnya.
Potensi pertumbuhan awan hujan juga diprediksi terjadi akibat pembentukan daerah konvergensi yang diprakirakan terbentuk di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, kata BMKG.
BMKG mengatakan kondisi tersebut semakin didukung oleh labilitas atmosfer yang kuat di sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, serta Papua bagian tengah dan pegunungan. Dengan demikian, meskipun pengaruh El Niño dan IOD positif masih mendominasi kondisi yang cenderung kering, potensi hujan dengan intensitas bervariasi tetap ada secara lokal dan sporadis, terutama di wilayah yang dipengaruhi Gelombang Rossby Ekuatorial, bibit siklon tropis atau sirkulasi siklonik, konvergensi-konfluensi, serta kondisi labilitas atmosfer yang mendukung tersebut.
Potensi hujan tanggal 25 – 27 Agustus 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Utara, dan Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Angin Kencang di Banten, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Periode 28 – 31 Agustus, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini di Papua Selatan.
Angin Kencang di Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.
