Potensi pertumbuhan awan hujan juga diprediksi terjadi akibat pembentukan daerah konvergensi yang diprakirakan terbentuk di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, kata BMKG.
BMKG mengatakan kondisi tersebut semakin didukung oleh labilitas atmosfer yang kuat di sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, serta Papua bagian tengah dan pegunungan. Dengan demikian, meskipun pengaruh El Niño dan IOD positif masih mendominasi kondisi yang cenderung kering, potensi hujan dengan intensitas bervariasi tetap ada secara lokal dan sporadis, terutama di wilayah yang dipengaruhi Gelombang Rossby Ekuatorial, bibit siklon tropis atau sirkulasi siklonik, konvergensi-konfluensi, serta kondisi labilitas atmosfer yang mendukung tersebut.
Potensi hujan tanggal 25 – 27 Agustus 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Utara, dan Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Angin Kencang di Banten, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.




