Darilaut – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Jawa Timur (Jatim) sebanyak delapan orang. Hingga Minggu (11/4), pukul 08.00 WIB terdapat 36 orang luka ringan dan luka sedang hingga berat 3 orang.
Gempa dengan magnitudo 6,1 menguncang beberapa wilayah di Jatim pada Sabtu (10/4), pukul 14.00 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan kota telaj mendirikan pos komando (posko). Hal ini untuk melakukan penanganan darurat secara efektif pascagempa.
Posko ini membantu dalam pengelolaan pelayanan kepada warga terdampak, seperti dapur umum dan pengungsian.
Salah satunya BPBD Kabupaten Lumajang yang mendirikan 2 tenda pengungsian. Lokasi pengungsian berada di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari.
Di samping itu, BPBD juga bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mengoperasionalkan dapur umum. Pelayanan permakanan ini melayani warga yang mengungsi di Ampelgading, Kabupaten Malang, dan Desa Kaliulung, Kabupaten Lumajang.
BPBD Provinsi Jawa Timur telah mendorong untuk fasilitasi logistik, beras, lauk pauk dan makanan siap saji. Selain itu, makanan tambahan gizi, mie instan, sembako lain, selimut, dan terpal.
BPBD juga mengirimkan masker kain dan hand-sanitizer sebagai upaya pencegahan Covid-19.
BPBD kabupaten dan kota pun mengerahkan sumber daya untuk penanganan darurat, termasuk logistik bantuan.
BPBD Kabupaten Lumajang mengidentifikasi korban meninggal dunia di wilayahnya 5 orang, sedangkan Kabupaten Malang 3 orang.
Dampak kerusakan di sektor pemukiman tercatat di 15 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur. Total rumah rusak dengan kategori berbeda berjumlah 1.189 unit. Dengan rincian rusak berat 85 unit, rusak sedang 250 dan rusak ringan 854.
Kerusakan juga dialami fasilitas umum dengan total kerusakan sejumlah 150 unit.
Dilihat dari peta guncangan dengan skala MMI, Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar mengalami intensitas guncangan pada IV MMI.
Sejumlah kerusakan lain dilaporkan di Kabupaten Lumajang, Pasuruan, Trenggalek, Probolinggo, Ponorogo, Jember, Tulunggagung. Kemudian di Nganjuk, Pacitan, sedangkan wilayah kota yaitu Blitar, Kediri, Malang dan Batu.
Pascagempa M6,1, BNPB mendapat laporan dari BPBD mengenai gempa susulan. Sebanyak 8 gempa susulan dengan magnitudo berbeda.
Kepala BNPB Doni Monardo tiba di Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Minggu (11/4) siang. Doni melakukan peninjauan lokasi gempa di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampel Gading, Malang, Jawa Timur.
Turut hadir mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Malang Sanusi.
Rombongan terlebih dahulu mengujungi Posko Utama di Kantor Kecamatan Ampel Gading untuk memastikan bahwa proses penanganan berjalan dengan baik.
Dalam arahannya, Doni menyampaikan duka yang mendalam bagi warga yang terkena dampak Gempabumi Selatan Malang.
Disamping itu, BNPB akan memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak dengan kategori rusak ringan sebesar Rp 10 juta, rusak sedang sebesar Rp 25 juta, dan rusak berat sebesar Rp 50 juta.
Untuk mempercepat proses perbaikan BNPB meminta kepada perangkat daerah melakukan pendataan dan melaporkan sesuai dengan data yang benar.
“Rumah warga yang Rusak Ringan dan Rusak Sedang bisa dilakukan perbaikan dengan cara pemerintah daerah memberikan usulan kepada BNPB dengan nama dan alamat yang akurat,” kata Doni.
Bagi warga yang mengalami rusak berat, akan dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat proses perbaikan.
