Darilaut – Jumlah korban tewas akibat gempa Sarangani di Mindanao, Filipina Selatan, pada Senin (8/6) sebanyak 47 orang.
Adapun rumah-rumah yang rusak berjumlah 12.641 di Wilayah 9, 11, 12, dan Wilayah Otonom Bangsamoro di Mindanao Muslim (BARMM).
Dari jumlah tersebut, 10.352 diklasifikasikan sebagai “rusak sebagian” dan 2.289 sebagai “rusak total.”
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) jumlah korban tewas yang sedang diverifikasi akibat gempa di lepas pantai Maasim, Sarangani pada 8 Juni lalu meningkat menjadi 47 orang, 688 orang luka-luka, dan 31 orang hilang.
Wakil administrator Kantor Pertahanan Sipil (OCD) untuk administrasi, Asisten Sekretaris Bernardo Rafaelito Alejandro IV, Kamis (11/6) mengatakan bahwa korban jiwa terkonsentrasi di Wilayah 11 dan 12.
Laporan situasi terbaru dari Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC) menunjukkan bahwa dari 47 kematian yang dikonfirmasi, 12 berasal dari Wilayah 11 dan 35 di Wilayah 12.
Kematian tercatat di provinsi-provinsi berikut: Davao Occidental, 11 tewas; Davao Del Sur, satu tewas; Sarangani, 20; dan South Cotabato, 15.
Dari 688 orang yang terluka, satu orang di Wilayah 11 telah dikonfirmasi, sementara sisanya masih dalam proses verifikasi: 40 orang di Wilayah 11, dan 647 orang di Wilayah 12.
Dari 31 orang yang hilang, 13 orang dilaporkan di Wilayah 11, dan 18 orang di Wilayah 12.
Alejandro mengatakan jumlah keluarga yang terdampak kini mencapai 75.324 keluarga atau 346.449 orang dari 291 desa di Wilayah 9, 11, 12, dan BARMM.
Sebanyak 3.515 atau 16.349 orang ditampung di 32 pusat evakuasi, sementara 7.279 keluarga atau 29.260 orang lainnya dibantu di luar, dan sisanya dibantu oleh keluarga dan teman.
