Selasa, Juli 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Krisis Polusi Plastik Mencekik Lautan, Bahan Alternatif  Terhambat tarif dan Peraturan

redaksi
11 Juni 2026
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
3 Tahun Darilaut.id

Sampah plastik terbawa gelombang dan arus ke pantai. DARILAUT.ID

Darilaut – Polusi plastik mencekik lautan, akan tetapi alternatif berkelanjutan – termasuk rumput laut – tetap terhambat oleh tarif, peraturan yang terfragmentasi, dan keunggulan pasar yang luar biasa yang dinikmati oleh plastik berbasis bahan bakar fosil.

Melansir UN News, hanya 10 persen dari semua plastik yang diproduksi didaur ulang, sehingga sebagian besar plastik akan berakhir di jalanan, memasuki saluran air, dan mencapai lautan.

Setiap tahun, sekitar 52 juta ton sampah plastik masuk ke laut dan memengaruhi lebih dari 4.000 spesies laut.

Seekor paus biru, mamalia terbesar di dunia, dapat mengonsumsi hingga 10 juta keping mikroplastik setiap hari, setara dengan sekitar 43 kilogram.

Untuk mengatasi polusi plastik, inovasi material, peningkatan alternatif untuk plastik sekali pakai, dan pengurangan produksi sangat penting, menurut hasil penilaian terbaru, yang dirilis pada Senin (8/6).

Selama enam tahun terakhir, komunitas internasional telah berupaya mencapai perjanjian plastik global yang dapat membatasi produksi plastik dan membantu “menghentikan” industri yang bernilai lebih dari $1,1 triliun pada tahun 2023.

Negosiasi sedang berlangsung, dengan putaran pembicaraan berikutnya dijadwalkan pada 13 hingga 24 Maret 2027.

Sementara itu, alternatif berkelanjutan untuk plastik dapat membantu mengurangi ketergantungan global kita, mengekang dampak buruk polusi plastik terhadap lautan kita. Namun, alternatif tersebut masih harus mengatasi beberapa hambatan utama.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Krisis Polusi PlastikPBBRumput Lautsampah plastikUNCTAD
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Bahan Berbasis Rumput Laut Dapat Menjadi Pengganti Plastik

Next Post

Prodi Ilmu Kelautan UNG Terakreditasi Baik Hingga 2031

Postingan Terkait

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

13 Juli 2026
Badai Tropis Bavi Bergerak ke Timur Laut Mendekati Qingdao, Kota di Pesisir Laut Kuning

Badai Tropis Bavi Bergerak ke Timur Laut Mendekati Qingdao, Kota di Pesisir Laut Kuning

13 Juli 2026

6.000 Pelaut Masih Terdampar di Teluk Persia Saat Perang AS dan Iran Kembali Berkecamuk

Badai Tropis Haishen Terbentuk di Dekat Pulau Yap

Hujan yang Dibawa Topan Bavi Meluas di Daratan Cina, Lebih Dari 2,8 Juta Orang Dievakuasi

Badai Tropis Bavi Menuju Laut Kuning

UNG Perkuat Kapasitas Bidang Kesehatan dan Kebencanaan

Kampus Bukan Hanya Fokus Capaian Akademik, Penting Memperhatikan Kondisi Mental Mahasiswa

Next Post
Prodi Ilmu Kelautan UNG Terakreditasi Baik Hingga 2031

Prodi Ilmu Kelautan UNG Terakreditasi Baik Hingga 2031

TERBARU

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

Badai Tropis Bavi Bergerak ke Timur Laut Mendekati Qingdao, Kota di Pesisir Laut Kuning

6.000 Pelaut Masih Terdampar di Teluk Persia Saat Perang AS dan Iran Kembali Berkecamuk

Badai Tropis Haishen Terbentuk di Dekat Pulau Yap

Hujan yang Dibawa Topan Bavi Meluas di Daratan Cina, Lebih Dari 2,8 Juta Orang Dievakuasi

Badai Tropis Bavi Menuju Laut Kuning

AmsiNews

REKOMENDASI

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

Tsunami di Pesisir Donggala dan Palu

Ini Kondisi Geologi Gorontalo yang Diguncang Gempa M6,4

Seberapa Parah Peristiwa Cuaca Ekstrem Tahun 2024, Ini Laporan World Weather Attribution 

Enam Aplikasi Digital Nelayan Indonesia

Tak Beri Asuransi untuk Awak Kapal Perikanan, Pemilik Kena Sanksi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.