Kota Gorontalo, Kota Tuna yang Nyaman untuk Semuanya

Ikan tuna sirip kuning atau madidihang (Thunnus albacares). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Dikenal sebagai kota penghasil tuna, kota Pendidikan dan perdagangan, Pemerintah Kota Gorontalo berupaya membuat kotanya menjadi kota yang nyaman dan Sentosa bagi siapa saja yang bertandang.

Makin sore, suasana pusat kuliner di pantai Tamendao makin ramai. Lampu-lampu mulai menyala, anak-anak muda mulai memenuhi kafe Instagramable yang berderet di tepian Pantai.

Sambil menikmati sajian khas Kota Gorontalo, pengunjung bisa mendengar deburan ombak dan melihat keindahan Teluk Gorontalo saat metahari terbenam.

Pusat kuliner Pantai Tamendao ini memang sedang populer di kalangan Masyarakat Kota Gorontalo dan sekitarnya. Baru dibuka tahun lalu, tempat ini awalnya hanyalah sebuah area di belakang rumah Masyarakat yang tidak dilirik siapa pun. Bak sihir, Masyarakat setempat –didorong pemerintah kota – menyulapnya menjadi destinasi kuliner baru.

“Dulunya bagian belakang rumah Masyarakat yang berbatasan dengan Pantai. Kemudian ada yang punya ide untuk membuka usaha kuliner,” kata Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, seperti dikutip dari buku Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City 2023) yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Makin lama makin banyak usaha kuliner di sana. Ini bagus karena bisa menjadi tempat tumbuhnya UMKM lokal.”

***

Kehadiran pusat kuliner Pantai Tamendao menambah amenities yang disediakan Kota Gorontalo untuk para wisatawan. Menurut Ismail, kota seluas  64,79 km2 ini tidak memiliki banyak destinasi wisata seperti kabupaten-kabupaten tetangganya.

Di Gorontalo hanya ada benteng Otanaha, sebuah benteng peninggalan Portugis yang dibangun tahun 1522. Karena itu, pemerintah Kota Gorontalo berupaya menyediakan kebutuhan para wisatawan yang belum dimiliki daerah sekelilingnya seperti penginapan, pusat perbelanjaan, transportasi, serta pusat kuliner.

“Kami meningkatkan sarana dan prasarana, memperbaiki infrastruktur, menyediakan fasilitas perbelanjaan, Kesehatan dan sebagainya,” kata Ismail.

“Itu tidak hanya untuk penduduk, tetapi juga wisatawan, mahasiswa, masyarakat kabupaten sekitar, dan semua orang yang datang ke sini. Karena kalau semuanya merasa nyaman, nantinya ini akan berimbas juga pada peningkatan ekonomi Masyarakat Kota Gorontalo.”

Memiliki keuntungan sebagai ibu kota provinsi dan terletak di lokasi strategis, Gorontalo tumbuh menjadi kota jasa dan perdagangan.

Begitu pun dengan sektor Pendidikan, tercatat ada 8 perguruan tinggi yang menjadi tempat mengenyam pendidikan masyarakat di sekitarnya – mulai dari wilayah Bolaang Mongondow, Buol, Tolitoli, Luwuk Banggai, Donggala, Palu, bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara dan Maluku.

Sebagai bagian dari upaya membangun kenyamanan ini, Pemerintah Kota Gorontalo juga menelurkan program “Gratis Sampai Mati” yang meliputi gratis biaya persalinan atau kelahiran, pembuatan akta kelahiran, KTP,  dan Kartu Keluarga, biaya berobat di puskesmas dan rumah sakit, biaya Pendidikan Tingkat SD-SMA, biaya izin usaha, biaya akta nikah, biaya ambulans dan pemakaman, serta bantuan untuk UMKM.

Sumber: Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City 2023), Kementerian Komunikasi dan Informatika

Exit mobile version