KPU: Penyelenggara Pemilu Harus Menyiapkan Data yang Aktual

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari memberikan sambutan dalam rapat monitoring pelantikan dan bimbingan teknis Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk pemilu 2024, pada Kamis (25/1). GAMBAR: KPU RI/YOUTUBE

Darilaut – Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari mengatakan akhir-akhir ini semakin marak disinformasi yang beredar di media sosial. Untuk itu, penyelenggara pemilu harus tanggap dengan situasi ini.

“Penyelenggara pemilu harus menyiapkan data yang aktual, detailnya, dan fakta sebagai bahan untuk melakukan klarifikasi,” kata Hasyim saat membuka Rapat Koordinasi Kehumasan: Optimalisasi Media Digital Jelang Pemilu Serentak 2024 di Jakarta, Sabtu (3/2).

Rapat Koordinasi (Rakor) ini penting di antaranya untuk mengantisipasi situasi-situasi buruk dalam unggahan-unggahan media sosial, terutama yang mendelegitimasi proses dan hasil pemilu.

Menurut Hasyim, disinformasi di media sosial akan sulit dilawan, jika penyelenggara pemilu tidak tertib data dan informasi.

“Kita tidak bisa main-main soal informasi data. Bagaimana mau publikasi, jika datanya tidak valid. Lalu apa yang mau dipublikasikan?” ujarnya.

Menjelang hari H penyelenggaraan Pemilu 2014, Rabu 14 Februari, di lini masa media sosial banyak beredar disinformasi terkait kepemiluan, termasuk unggahan potongan-potongan video yang tidak jelas konteksnya. Oleh karena itu, KPU harus tanggap menghadapi situasi ini.

KPU juga melakukan kerja sama dengan lembaga yang perhatian terhadap hal ini, misalnya Mafindo, lembaga yang fokus melakukan klarifikasi atas disinformasi yang tersebar di media sosial.

Pemilu adalah ajang persaingan yang ketat, karena ketatnya persaingan, maka penyelenggara pemilu harus hati-hati dan harus menguasai data, informasi, serta fakta. 

Penyelenggara pemilu harus  menyiapkan data, informasi dan fakta sebagai bahan untuk melakukan klarifikasi.

“Kalau data saja tidak tahu ya repot. Informasi harus cepat, tidak boleh lambat karena media sosial hitungannya detik. Kalau informasinya lambat bagaimana kita menghadapi perang cyber,” ujarnya.

Hasyim berpesan agar strategi kehumasan yang selama ini sudah dipelajari dan yang akan dibahas dalam rakor ini dapat diterapkan dalam rangka untuk memastikan, penyelenggara pemilu siap tempur, siap bekerja, siap menghadapi berbagai situasi menuju hari H pemilu.

Rakor yang digelar  tiga hari menghadirkan sejumlah narasumber, Kemkominfo, Google Indonesia, Youtube Indonesia, Drone Emprit, pakar komunikasi krisis digital, dan pakar strategi komunikasi.

Exit mobile version