Kamis, Juni 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Lama Menghilang, Tuna Sirip Biru Kembali ke Laut Inggris

redaksi
9 Januari 2019
Kategori : Berita
0
Bluefin tuna

Tuna sirip biru Atlantik. FOTO: WIKIPEDIA

Dalam penelitian ini, para ilmuwan memeriksa perubahan kelimpahan dan distribusi tuna sirip biru di Samudra Atlantik selama 200 tahun terakhir. Tim peneliti menggabungkan dua pendekatan pemodelan, dengan fokus pada intensitas tangkapan dari waktu ke waktu, distribusi kejadian, yaitu ketika diamati atau ditangkap.

Hasilnya jelas: AMO adalah pendorong utama yang mempengaruhi kelimpahan dan distribusi tuna sirip biru.

“Efek ekologis AMO telah lama diabaikan, dan hasil kami merupakan terobosan dalam memahami sejarah tuna sirip biru di Atlantik Utara,” kata Faillettaz seperti dikutip phys.org.

AMO mempengaruhi proses atmosfer dan oseanografi yang kompleks di belahan bumi utara. Termasuk arah arus laut, kekeringan di darat, frekuensi dan intensitas badai Atlantik.

Diperkirakan setiap 60 hingga 120 tahun, AMO beralih antara fase positif dan negatif untuk menciptakan pergeseran skala cekungan dalam distribusi tuna sirip biru Atlantik. Selama fase AMO hangat, seperti pada pertengahan 1990-an, tuna sirip biru mencari makan ke utara sejauh Greenland, Islandia dan Norwegia dan hampir menghilang dari Atlantik tengah dan selatan.

Contoh paling mencolok dari efek AMO pada tuna sirip biru adalah runtuhnya perikanan tuna sirip biru Nordic besar pada tahun 1963. Keruntuhan ini bertepatan dengan perubahan paling cepat yang diketahui dalam AMO.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Tuna sirip biru
Bagikan12Tweet7KirimKirim
Previous Post

Penyu Mati di Buol, Karapaks Retak, Kepala Pecah

Next Post

Ribuan Orang Tersengat Ubur-ubur Bluebottle di Pantai Australia

Postingan Terkait

Dosen Fakultas Kelautan UNG Salah Satu Peserta Akuakultur Berkelanjutan Indonesia di Shanghai Cina

Dosen Fakultas Kelautan UNG Salah Satu Peserta Akuakultur Berkelanjutan Indonesia di Shanghai Cina

18 Juni 2026
Dasar Laut yang Terangkat Akibat Gempa Sarangani M7,8 di Mindanao Akan Dijadikan Monumen Geologi

Dasar Laut yang Terangkat Akibat Gempa Sarangani M7,8 di Mindanao Akan Dijadikan Monumen Geologi

18 Juni 2026

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Dekat Guam

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Hampir 74 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, 68 Orang Tewas

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Sistem Peringatan Dini Banjir Hingga Smart Environment for Healthy Skin Karya Inovatif Mahasiswa Teknik Elektro UNG

Bambu Solusi untuk Deforestasi, Telah Diperkenalkan untuk Kurikulum Sekolah

Next Post
Ubur-ubur bluebottles

Ribuan Orang Tersengat Ubur-ubur Bluebottle di Pantai Australia

Komentar tentang post

TERBARU

Dosen Fakultas Kelautan UNG Salah Satu Peserta Akuakultur Berkelanjutan Indonesia di Shanghai Cina

Dasar Laut yang Terangkat Akibat Gempa Sarangani M7,8 di Mindanao Akan Dijadikan Monumen Geologi

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Dekat Guam

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Hampir 74 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, 68 Orang Tewas

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Haikui Menyebabkan 87 Ribu Rumah Tanpa Aliran Listrik di Taiwan

Spesies Baru Cecak Jarilengkung di Vegetasi Mangrove Pulau Obi

Waspada Hujan Lebat Disertai Petir Sepekan ke Depan

Topan Doksuri Berdampak pada 328.356 Orang di Filipina

Menyebar di 75 Negara, Cacar Monyet Jadi Perhatian Internasional

Burung Baru dengan Nama BJ Habibie dan Emil Salim

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.