Darilaut – Program Pangan Dunia (WFP) PBB memperkirakan fenomena El Niño yang menguat akan menyebabkan 49 juta orang mengalami kelaparan akut, dan sedikitnya 225 juta orang mengalami kerawanan pangan akut.
Sebagai respon, WFP beserta para mitranya meningkatkan upaya di delapan negara untuk melindungi komunitas-komunitas paling rentan yang sudah bergulat dengan kemiskinan, konflik, pengangguran, dan cuaca ekstrem yang berulang.
Prioritas utamanya mencakup kesiapsiagaan menghadapi banjir, kekeringan, dan badai sebelum bencana tersebut terjadi.
“El Niño merupakan ancaman besar bagi ketahanan pangan jutaan orang yang sudah rentan,” ujar Carl Skau, Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif WFP, Rabu, seperti dikutip dari UN News.
“Semakin cepat kita membantu keluarga-keluarga bersiap menghadapi guncangan iklim ini, semakin besar kemampuan kita untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi mata pencaharian mereka.”
Kelaparan akut merujuk pada kondisi di mana seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan sehari-harinya.
Peristiwa El Niño Sebelumnya
Belajar dari peristiwa sebelumnya, WFP mencatat bahwa fenomena El Niño tahun 2015-2016 berdampak pada ketahanan pangan 60 hingga 100 juta orang. Proyeksi awal menunjukkan bahwa El Niño tahun 2026-2027 dapat menyebabkan setidaknya 49 juta orang tambahan mengalami kerawanan pangan akut pada akhir tahun depan.




