Darilaut – Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sumber kegiatan ekonomi atau lapangan usaha informasi dan komunikasi di Kota Gorontalo melambat.
Berdasarkan perkembangan PDRB untuk pertumbuhan kategori Informasi dan Komunikasi tahun 2023 hanya 4,08 persen.
Menurut BPS Kota Gorontalo, laju pertumbuhan ini diketahui cenderung melambat jika dibandingkan laju pertumbuhan lapangan usaha Informasi dan Komunikasi pada tahun 2022.
Tahun 2022, laju pertumbuhan ini menguat sebesar 6,33 persen. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya aktivitas informasi ”berupa penyediaan berita baik melalui media cetak maupun media digital.”
Untuk tahun 2022, BPS Kota Gorontalo menghitung penyediaan berita dengan melakukan survei atau pengumpulan data di sejumlah media pers yang ada di Gorontalo. Meningkatnya aktivitas informasi berupa output atau produk pemberitaan yang dihasilkan media pers dengan menggunakan klasifikasi pada KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia).
Kontribusi lapangan usaha informasi dan komunikasi terhadap PDRB Kota Gorontalo pada tahun 2023 atas dasar harga berlaku sebesar 600,3 miliar rupiah atau sebesar 5,70 persen, dengan laju pertumbuhan sebesar 4,08 persen. Untuk tahun 2022 sebesar 563,5 miliar rupiah atau sebesar 5,78 persen, dengan laju pertumbuhan sebesar 6,33 persen.
Namun demikian, meski pertumbuhan lapangan usaha ini melambat tahun 2023, tidak mengalami minus. Dalam enam tahun terakhir kategori lapangan usaha informasi dan komunikasi tetap positif.
Pada tahun 2018 PDRB informasi dan komunikasi di Kota Gorontalo12,14 persen, tahun 2019 PDRB 9,83 persen, tahun 2020 PDRB 7,25 persen. Kemudian, tahun 2021 PDRB 3,26 persen, tahun 2022 PDRB 6,33 persen dan tahun 2023 PDRB 4,08 persen.
Adapun kategori informasi dan komunikasi juga mencakup produksi dan distribusi informasi dan produk kebudayaan, persediaan alat untuk mendistribusikan produk-produk kegiatan komunikasi, informasi, teknologi informasi dan pengolahan data serta dan kegiatan jasa informasi lainnya.
Dalam buku PDRB Kota Gorontalo tahun 2019 – 2023, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo, Sri Dewi Monoarfa, menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan kelanjutan dari penerbitan tahun-tahun sebelumnya, yang disusun oleh BPS Kota Gorontalo.
Dalam buku yang diterbitkan Maret 2024, publikasi tersebut menyajikan tinjauan perkembangan perekonomian Kota Gorontalo secara deskriptif.
Untuk menyusun PDRB menggunakan dua pendekatan: produksi dan penggunaan. Keduanya menyajikan komposisi data nilai tambah yang dirinci menurut sumber kegiatan ekonomi (lapangan usaha) dan menurut komponen penggunaannya.
PDRB dari sisi lapangan usaha merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang mampu diciptakan oleh lapangan usaha atas berbagai aktivitas produksinya. Sedangkan dari sisi penggunaan menjelaskan tentang penggunaan dari nilai tambah tersebut. (Verrianto Madjowa)
